Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

PBB: 11,7 Juta Perempuan dan Anak di 28 Negara Terancam Kerawanan Pangan Akibat Perang

27 Selasa, 06 Okt 2026, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB: 11,7 Juta Perempuan dan Anak di 28 Negara Terancam Kerawanan Pangan Akibat Perang PBB: 11,7 Juta Perempuan dan Anak di 28 Negara Terancam Kerawanan Pangan Akibat Perang Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Sejumlah warga perempuan Palestina menunggu untuk menerima makanan gratis dari pusat distribusi makanan di Kota Gaza, Palestina (2/5/2025).

RAMALLAH - PBB memperingatkan, 11,7 juta perempuan dan anak perempuan di 28 negara terancam kerawanan pangan akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan gangguan di Selat Hormuz, yang memicu kenaikan harga pangan dan merusak mata pencaharian.

Dalam analisis terbaru, UN Women mengatakan sekitar 22 juta orang lainnya berpotensi mengalami kerawanan pangan dalam skenario dampak moderat, di mana perempuan dan anak perempuan menyumbang 53 persen dari jumlah tersebut.

Mereka akan menambah sekitar 208 juta perempuan dan anak perempuan yang saat ini sudah mengalami kerawanan pangan atau kekurangan gizi di negara-negara yang tercakup dalam studi tersebut.

Wakil Direktur Eksekutif UN Women, Neradzayi Gumbonzvanda, mengatakan negara-negara dengan populasi terbesar memiliki jumlah perempuan dan anak perempuan terbanyak yang berisiko menghadapi kerawanan pangan.

Sementara itu, negara-negara seperti Sudan, Sudan Selatan, Yaman, Palestina, dan Haiti menghadapi tingkat risiko tinggi akibat dampak yang saling timpang tindih dari konflik, pengungsian, dan kerentanan ekonomi.

Gumbonzvanda menekankan bahwa perempuan dan anak perempuan kerap menanggung beban terberat selama krisis pangan. Mereka mengurangi jatah makanan atau bahkan tidak makan demi memenuhi kebutuhan anggota keluarga lainnya sambil terus menghadapi kesenjangan dalam hal pekerjaan, akses layanan keuangan, dan sumber daya ekonomi.

Badan PBB itu menyerukan penanggulangan terpadu yang meliputi penguatan bantuan pangan dan tunai, program perlindungan dan mata pencaharian, serta dukungan pertanian, penyaluran sumber daya ke wilayah-wilayah yang paling rentan dan peningkatan pengumpulan data mengenai kondisi perempuan dan anak perempuan guna mengidentifikasi kelompok yang paling terdampak.

Gumbonzvanda menegaskan bahwa penanganan krisis ini tidak hanya membutuhkan upaya kemanusiaan, tetapi juga perdamaian dan keamanan, de-eskalasi, dan juga dukungan bagi solusi diplomatik yang mampu mendorong stabilitas di tingkat regional maupun global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Taylor Fritz tak Mampu Bend...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.