Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini 4 Faktor Kunci dari Kemkomdigi untuk Wujudkan Kemandirian AI Nasional

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:22 WIB | Oleh:
Ini 4 Faktor Kunci dari Kemkomdigi untuk Wujudkan Kemandirian AI Nasional Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi Mira Tayyiba saat menyampaikan sambutannya dalam acara Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu (21/10).

JAKARTA - ​Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Mira Tayyiba menyebutkan empat faktor kunci yang saling terkait untuk membangun fondasi kedaulatan kecerdasan artifisial (AI) nasional.

Mira mengatakan membangun ekosistem AI ibarat membangun sebuah rumah yang kokoh. Ekosistem AI membutuhkan lebih dari sekadar regulasi sebagai pagar pengaman, tetapi juga kemampuan fondasi yang kuat. 

​"Regulasi-regulasi ini merupakan pagar pengaman, namun pagar saja tidak cukup. Di dalamnya kita juga harus membangun rumah yang kokoh. Rumah itu bertumpu pada beberapa kemampuan yang saling terkait," kata Mira dalam acara Peruri Digital Summit di Jakarta, Rabu (21/10).

Faktor pertama adalah kapasitas talenta dan riset. Merujuk pada temuan BRIN tahun 2024, belanja riset nasional baru mencapai 0,23 persen dari PDB dengan jumlah sumber daya manusia IPTEK sebanyak 398.000 orang.

"Kita memerlukan peneliti, insinyur, ahli keamanan siber, aparatur publik yang memahami AI," ujarnya.

Guna mengejar ketertinggalan, Mira menyebut setiap kemitraan teknologi perlu membuka ruang riset bersama, transfer pengetahuan, dan pengembangan talenta ahli lokal.

​Faktor kedua adalah data berkualitas dan tata kelola data yang kuat. Mira menegaskan bahwa AI tidak akan bekerja optimal di atas data yang keliru atau terfragmentasi.

Oleh karena itu, diperlukan pergeseran pendekatan dari sekadar mengumpulkan data ke satu tempat, menjadi kemampuan berbagi pakai data antarinstansi melalui mekanisme interoperabilitas yang aman, terstandar, dan dapat diaudit.

"Data tidak harus selalu berpindah tempat agar manfaatnya dapat bergerak lintas lembaga," katanya.

​Faktor ketiga yakni penguatan kapasitas komputasi dan pusat data. Saat ini total kapasitas pusat data di Indonesia baru mencapai 465-600 megawatt, tertinggal jauh dari negara-negara tetangga.

Meski mendorong peningkatan investasi infrastruktur, Mira mengingatkan kedaulatan bukan sekadar soal lokasi fisik server, tetapi juga kendali penuh atas akses, keamanan, dan keberlangsungan operasional layanan secara berkelanjutan.

"Di tengah krisis iklim dan sumber daya alam yang semakin genting, perencanaan pembangunan maupun operasional infrastruktur juga harus mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan sehingga pemanfaatan energi menjadi efisien," ucap Mira.

Faktor keempat adalah pembangunan ekosistem inovasi nasional yang bertumpu pada kolaborasi seluruh pihak terkait.

Kerja sama antara pemerintah, lembaga riset, industri lokal, dan mitra global harus dibarengi desain tata kelola yang baik guna menghindari tumpang tindih anggaran dan kewenangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.