Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Respons Dampak Karhutla, Kemenkes Siapkan 477 Rumah Oksigen

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 19:00 WIB | Oleh:
Respons Dampak Karhutla, Kemenkes Siapkan 477 Rumah Oksigen Doc: antara foto
Ket. Ruang aman asap

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan 477 rumah oksigen di puskesmas, rumah sakit dan tempat lainnya sebagai respons penanganan dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes,Aji Muhawarman di Jakarta, Rabu (21/10), mengatakan sebanyak 295 rumah oksigen berada di Kalimantan Tengah, 127 di Kalimantan Selatan, 35 di Kalimantan Barat, 8 di Kalimantan Selatan, 5 di Jambi, 4 di Riau, dan 3 di Sumatera Selatan.

Dikutip dari pheoc.kemkes.go.id, disebutkan di tujuh provinsi dan 65 kabupaten/kota yang terdampak karhutla, terdapat 314.124 total kumulatif kasus infeksi saluran pernafasan (Ispa), yang mencakup 70.890 kasus Ispa pada kelompok usia 0-5 tahun. Pada 20 Oktober, tercatat ada 3.269 kasus Ispa.

Selain menyiapkan rumah oksigen, pihaknya juga memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, yakni sebanyak 1.691 puskesmas dan 360 rumah sakit.

Kemudian, memberikan layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RS daerah untuk penyakit akibat dampak karhutla, seperti Ispa, diare, dan sebagainya.

Pihaknya juga menyediakan dan mendistribusikan 578.878 obat-obatan, seperti obat batuk, diare, antibiotik, 1.500 vitamin, serta logistik kesehatan.

“Sudah terkirim ~3,7 juta masker N95 dan masker bedah, dari rencana 500 ribu per provinsi, oxygen concentrator, APD, dan lainnya,” katanya.

Selain itu, kata Aji, memobilisasi sebanyak lebih dari 2.600 sumber daya manusia kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, epidemiolog, dan lain-lain.

Kemenkes juga melaksanakan pemantauan penyakit dan kualitas udara, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), memberi edukasi kesehatan, dan menyediakan dashboard pemantauan untuk mengetahui kualitas udara dan rumah oksigen terdekat.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (19/10) mengatakan pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di daerah terdampak asap tebal tidak boleh tertunda dan memerlukan dukungan penuh pemerintah daerah.

Untuk memberi perhatian khusus kepada anak, ibu hamil, dan lansia, Kemenkes bersama pemerintah daerah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan tenaga kesehatan setempat menyiagakan penjangkauan layanan posyandu ke rumah-rumah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Strava Catat 33 Persen Akti...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.