Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Sekadar Dilestarikan, Syair Perang Siak Diharapkan Hidup di Tengah Generasi Muda

📅 Senin, 19 Okt 2026, 18:54 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tak Sekadar Dilestarikan, Syair Perang Siak Diharapkan Hidup di Tengah Generasi Muda Doc: istimewa
Ket. Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Suharyanto dalam Seminar Penganugerahan Syair Perang Siak sebagai IKON 2026, Senin (19/10)

JAKARTA-Setelah resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) 2026, kisah heroik Raja Kecik merebut takhta Johor hingga perlawanan melawan Belanda ini kini ditargetkan untuk hidup kembali, bukan lagi sekadar dibaca para akademisi, tapi dinikmati anak-anak Indonesia lewat buku cerita, komik, hingga animasi.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan, pengakuan IKON bukanlah garis finis. Justru ini adalah titik awal agar warisan sastra Melayu itu benar-benar dikenal generasi muda.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan hal itu dalam Seminar Penganugerahan Syair Perang Siak sebagai IKON 2026.

Menurutnya, pelestarian tidak cukup hanya menjaga fisik naskah. Kandungan sejarah, pengetahuan, dan nilai budaya di dalamnya harus digali dan diolah menjadi bentuk yang lebih dekat dengan anak muda.

"Melalui buku cerita anak, komik, maupun animasi, kisah sejarah dan nilai budaya dalam Syair Perang Siak diharapkan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas," ujar Suharyanto.

Syair Perang Siak sendiri bukan naskah biasa. Karya sastra Melayu ini merekam perjalanan sejarah dan dinamika politik Kesultanan Siak, dari perjuangan Raja Kecik, perkembangan kerajaan, hingga berbagai konflik dan peperangan, termasuk perlawanan terhadap Belanda. Naskah ini menjadi sumber penting untuk memahami sejarah dan kehidupan masyarakat Melayu pada masa lalu.

Bukan Hanya Santapan Akademisi

Plt. Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpusnas, Aditia Gunawan, menekankan hal senada. Prinsip ini sejalan dengan tujuan program Memory of the World UNESCO: melestarikan, memperluas akses, dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Penetapan IKON bukan akhir dari proses pelestarian, tetapi malah menjadi awal dari kerja-kerja dalam mengarusutamakan naskah kuno Nusantara," ujarnya.

Aditia menjelaskan, pelestarian naskah kuno mencakup perlindungan fisik, perbaikan naskah yang rusak, dan digitalisasi. Namun itu harus dilanjutkan dengan pemanfaatan isinya.

"Inilah tugas yang paling berat dan paling penting bagi kita, yaitu mengarusutamakan naskah kuno kepada anak-anak dan generasi muda. Agar naskah ini tidak hanya menjadi santapannya para akademisi, para filolog," tegasnya.

Upaya ini membuka peluang keterlibatan akademisi, penulis cerita anak, ilustrator, dan pelaku industri kreatif untuk menghadirkan kisah yang menarik tanpa mengabaikan nilai sejarah serta sumber aslinya.

Masuk Sekolah, Jadi Bahan Diskusi

Dukungan juga datang dari Anggota Komisi X DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau, Karmila Sari. Ia menilai pengakuan sebagai IKON harus diikuti program nyata yang memperluas pengenalan sastra daerah, khususnya lewat pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Susu Formula Makin Diminati...

Janice Langsung Gugur di Babak Pertama Japan Open

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Langsung Gugur di Ba...

Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Kemenbud akan Pugar Candi M...
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.