Tak Sekadar Dilestarikan, Syair Perang Siak Diharapkan Hidup di Tengah Generasi Muda
📅 Senin, 19 Okt 2026, 18:54 WIB | Oleh: Tim RedaksiKarmila mengusulkan agar kekayaan budaya Siak diperkenalkan kepada siswa melalui kegiatan membaca, membuat sinopsis, dan mendiskusikan sejarah maupun kebudayaan daerah di sekolah.
Ia juga berharap hasil seminar ditindaklanjuti lewat program pelestarian dan pemanfaatan warisan dokumenter, termasuk penerjemahan naskah yang masih menggunakan bahasa asing. Sinergi antara Perpusnas, pemerintah daerah, dan instansi terkait dinilai penting agar upaya itu berjalan bertahap sesuai prioritas.
Sementara itu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengapresiasi kerja sama Perpusnas dalam memperkenalkan Syair Perang Siak kepada masyarakat luas. Ia memandang karya sastra Melayu tersebut sebagai bagian penting dari warisan budaya yang merekam perjalanan sejarah, pengalaman masyarakat masa lalu, serta kekayaan bahasa dan tradisi daerah.
"Kami berharap seminar ini dapat menghasilkan gagasan dan kerjasama yang berkelanjutan sehingga pengakuan terhadap Syair Perang Siak sebagai ikon benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda," kata Suharyanto menutup.
Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, Syair Perang Siak diharapkan tidak hanya terpelihara sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan dan inspirasi yang relevan bagi kehidupan generasi masa kini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!