100 Titik Panas Mengepung Gorontalo, BPBD Minta Warga Cek Aplikasi Ini Sebelum Terlambat
📅 Senin, 19 Okt 2026, 20:28 WIB | Oleh: AlfredGORONTALO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo mengajak masyarakat aktif memantau potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui aplikasi Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) dan data BMKG menyusul terdeteksinya 100 titik panas di wilayah tersebut, Senin (19/10).
Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo Mohamad Tahir Laendeng di Gorontalo, Senin (19/10), mengatakan terdapat sekitar 100 titik panas yang terpantau dengan lima titik api tercatat hingga hari ini.
Pemantauan titik panas tersebut menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan aktivitas pembukaan lahan yang masih menggunakan metode pembakaran.
Tahir menjelaskan, masyarakat dapat mengakses aplikasi Sipongi melalui telepon seluler maupun komputer untuk memantau kondisi titik panas secara langsung. Informasi BMKG juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi pendukung dalam mengawasi potensi karhutla.
Ia mengatakan, indikator warna pada pemantauan titik panas membantu masyarakat mengenali tingkat indikasi kebakaran. Warna hijau menunjukkan titik panas yang belum tentu merupakan kebakaran, sedangkan warna kuning menandakan indikasi yang perlu diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, warna merah menunjukkan tingkat keyakinan sekitar 80 persen bahwa titik tersebut merupakan kebakaran.
Menurut dia, pemantauan lapangan juga terus dilakukan oleh tim gabungan untuk mengantisipasi api meluas, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan perbukitan yang berdekatan dengan permukiman.
Sejumlah titik kebakaran sebelumnya terpantau di Kabupaten Bone Bolango, antara lain di wilayah Bolango Ulu, Suwawa Selatan, dan Suwawa Timur. Penanganan dilakukan bersama petugas pemadam kebakaran, kepolisian, unsur teknis, serta masyarakat peduli api.
Tahir mengatakan pembakaran lahan untuk kegiatan pertanian masih menjadi salah satu pemicu kebakaran di Gorontalo. Selain itu, pembakaran sampah yang tidak diawasi juga berpotensi memicu api merembet ke semak-semak di sekitarnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta memastikan pembakaran sampah tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.
Ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah karena kondisi udara turut dipengaruhi kiriman asap dari daerah sekitar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!