Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Siapkan Misi Bersejarah ke Bulan Mars, Target Bawa Pulang Sampel pada 2031

📅 Senin, 19 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh:

Wahana tersebut terdiri atas tiga modul utama, yakni modul penggerak, modul eksplorasi, dan modul pengembalian sampel. Ketiganya memiliki fungsi berbeda, tetapi saling mendukung agar misi dapat berjalan hingga tahap pengiriman material ke Bumi.

Setelah meninggalkan Bumi, wahana diperkirakan tiba di kawasan Mars sekitar Agustus 2027. Selanjutnya, MMX akan melakukan pengamatan dan operasi di sekitar Phobos selama kurang lebih tiga tahun sebelum memulai perjalanan pulang.

Jarak perjalanan sebenarnya diperkirakan mencapai 500 juta hingga 600 juta kilometer, meskipun jarak terdekat antara Bumi dan Mars sekitar 55 juta kilometer. Perbedaan tersebut terjadi karena wahana harus mengikuti lintasan tertentu dalam perjalanannya di ruang angkasa.

MMX membawa 13 instrumen ilmiah, termasuk robot penjelajah Idefix yang dikembangkan melalui kerja sama Prancis dan Jerman. Wahana ini juga dilengkapi perangkat pengambilan sampel yang dikembangkan NASA serta instrumen untuk mengukur sinar gamma dan mempelajari karakteristik lingkungan di sekitar bulan Mars.

Robot penjelajah akan memetakan permukaan

Sebelum pengambilan sampel oleh wahana utama, robot Idefix direncanakan mendarat di Phobos dan menjelajahi permukaannya selama sekitar 100 hari pada 2029.

Robot tersebut akan mengumpulkan informasi topografi dan kondisi permukaan. Data ini diperlukan untuk membantu tim misi menentukan lokasi pendaratan yang relatif datar dan aman bagi wahana pengambil sampel.

Pendaratan menjadi salah satu tantangan terbesar karena Phobos memiliki gravitasi yang sangat lemah, hanya sekitar seperdua ribu gravitasi Bumi. Permukaannya juga dipenuhi kawah dan medan yang tidak rata.

Untuk mengurangi risiko benturan, modul eksplorasi MMX dilengkapi empat kaki pendaratan dengan sistem peredam kejut. Robot penjelajahnya juga dirancang agar mampu mempertahankan traksi dalam kondisi gravitasi rendah serta memulihkan posisi jika terbalik.

JAXA menargetkan pengumpulan sedikitnya 10 gram material dari Phobos. Sampel akan diambil melalui dua kali operasi menggunakan metode yang berbeda.

Perangkat NASA memanfaatkan gas bertekanan untuk mengangkat debu permukaan ke dalam wadah penampung. Sementara itu, perangkat JAXA menggunakan metode pengeboran inti untuk mengambil material dari kedalaman sekitar dua sentimeter.

Kombinasi kedua teknik tersebut memungkinkan ilmuwan memperoleh sampel dari permukaan maupun lapisan bawah tanah. Pengambilan material dari beberapa lokasi juga diharapkan meningkatkan peluang menemukan petunjuk tentang proses pembentukan Mars dan kemungkinan jejak kehidupan mikroba purba yang berkaitan dengan material planet itu.

Namun, keberadaan jejak kehidupan belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan ilmiah lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

KADIN Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Jadi Modal Hadapi Kondisi Global

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.