Jepang Siapkan Misi Bersejarah ke Bulan Mars, Target Bawa Pulang Sampel pada 2031
📅 Senin, 19 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo STOKYO – Jepang bersiap menjalankan misi eksplorasi antariksa bersejarah dengan mengirim wahana untuk mengambil sampel dari Phobos, salah satu dari dua bulan yang mengorbit Planet Mars. Melalui misi ini, Jepang ingin mengungkap asal-usul satelit alami Mars sekaligus membuka peluang baru bagi penelitian planet merah tersebut.
Dari The Guardian, Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) menjadwalkan peluncuran wahana dalam program Martian Moons eXploration (MMX) menggunakan roket H3. Misi yang dirancang berlangsung sekitar lima tahun itu ditargetkan membawa sampel material dari Phobos kembali ke Bumi pada 2031.
Phobos merupakan bulan Mars yang bentuknya tidak beraturan dan dipenuhi kawah. Ukurannya relatif kecil, dengan diameter sekitar 27 kilometer pada bagian terlebarnya. Satelit ini mengorbit Mars pada ketinggian sekitar 6.000 kilometer dan menyelesaikan beberapa putaran dalam sehari.
Meski puluhan misi telah dikirim ke Mars sejak dekade 1960-an, kedua bulannya, Phobos dan Deimos, masih menyimpan banyak misteri. Sejumlah upaya sebelumnya untuk mencapai Phobos, termasuk misi Rusia pada 2011, tidak berhasil menyelesaikan tujuan pendaratan dan pengambilan sampel.
Manajer proyek MMX, Yasuhiro Kawakatsu, menyebut bulan-bulan Mars sebagai salah satu sasaran eksplorasi penting yang belum banyak dijelajahi. Menurutnya, penelitian terhadap kedua objek tersebut berpotensi memberikan informasi berharga mengenai sejarah Mars dan lingkungan di sekitarnya.
Mengungkap asal-usul bulan Mars
Salah satu pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui misi MMX adalah bagaimana Phobos dan Deimos terbentuk.
Ada teori yang menyebut kedua bulan tersebut merupakan kumpulan puing yang terbentuk setelah sebuah benda langit berukuran besar menghantam Mars. Teori lain memperkirakan keduanya merupakan asteroid yang berasal dari wilayah lain di tata surya, kemudian tertangkap oleh gravitasi Mars.
Peneliti utama MMX, Kiyoshi Kuramoto, menilai analisis sampel secara langsung dapat membantu ilmuwan menentukan teori yang paling sesuai dengan bukti yang ditemukan.
Phobos dipilih sebagai lokasi pengambilan sampel karena posisinya lebih dekat dengan Mars dibandingkan Deimos. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan ditemukannya material yang berasal dari Mars akibat tumbukan atau proses geologis lainnya.
JAXA memperkirakan material yang berasal dari Mars dapat membentuk sekitar 0,1 persen dari sampel yang dikumpulkan. Meski jumlahnya kecil, material tersebut berpotensi memberikan petunjuk mengenai sejarah planet merah.
Selain mengambil sampel dari Phobos, wahana MMX juga dirancang untuk melakukan pengamatan terhadap Deimos. Data tersebut diharapkan membantu ilmuwan memahami apakah kedua bulan itu memiliki asal-usul yang sama.
Perjalanan panjang menuju Mars
Misi MMX melibatkan kerja sama internasional, termasuk dukungan instrumen dan komunikasi dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) serta kontribusi badan antariksa negara lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!