Australia Pamer 'Ghost Shark', Kapal Selam Tanpa Awak yang Bisa Lepas Drone
📅 Senin, 19 Okt 2026, 21:37 WIB | Oleh: Deri HenriawanMOSKOW - Australia mengembangkan sejumlah persenjataan baru untuk wahana bawah air otonom "Ghost Shark" mulai dari ranjau laut hingga pesawat nirawak (UAV).
Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama Menteri Pertahanan Australia Richard Marles dan Menteri Industri Pertahanan Pat Conroy yang dipublikasi pada Senin (19/10).
“Desain modular sejumlah platform ini memungkinkan pengoperasian berbagai jenis muatan yang berbeda sesuai misi yang dijalankan. Contoh muatan tersebut mencakup pengiriman perbekalan dari jarak jauh, ranjau laut, dan pesawat nirawak,” demikian pernyataan tersebut.
Sistem persenjataan dan teknologi baru itu tidak hanya dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam wahana bawah air "Ghost Shark", tetapi juga ke dalam kendaraan permukaan laut nirawak jenis "Speartooth" dan "BlueBottle".
Beberapa teknologi tersebut ditujukan untuk memperluas kemampuan Angkatan Laut Australia dalam melaksanakan operasi tempur bawah air, menjalankan misi di dasar laut, menghalangi akses musuh ke wilayah maritim, serta melindungi infrastruktur vital bawah laut.
Berdasarkan Strategi Pertahanan Australia 2026, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran hingga 4 miliar dollar Australia selama 10 tahun untuk memperkuat kemampuan peperangan bawah air berbasis sistem otonom dan nirawak.
Dari total anggaran tersebut, sekitar 1,2 miliar dolar Australia dialokasikan untuk pengadaan armada wahana bawah air "Ghost Shark". Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!