Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Schroders hingga Morgan Stanley, Mengapa Raksasa Keuangan Global Ingin Hengkang dari RI?

📅 Senin, 19 Okt 2026, 15:10 WIB | Oleh:
Schroders hingga Morgan Stanley, Mengapa Raksasa Keuangan Global Ingin Hengkang dari RI? Doc: Istimewa
Ket. Kantor pusat Schroders di London Wall Place. Strategi tersebut disebut terkait dengan evaluasi pasar yang skalanya dianggap terlalu kecil serta unit bisnis yang berkinerja kurang memuaskan.

JAKARTA — Sejumlah perusahaan keuangan global dalam beberapa tahun terakhir mengurangi atau menghentikan sebagian aktivitas bisnisnya di pasar modal Indonesia. Mulai dari Morgan Stanley yang menutup bisnis perdagangan saham domestik hingga Schroders, manajer investasi berbasis di Inggris, yang dilaporkan mencari pembeli untuk unit bisnisnya di Indonesia.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai daya tarik pasar modal Indonesia di mata pelaku keuangan internasional. Apakah keputusan tersebut semata-mata bagian dari strategi restrukturisasi global, atau turut mencerminkan tantangan dalam mengembangkan bisnis investasi di pasar domestik?

Schroders, perusahaan manajemen investasi yang telah beroperasi selama lebih dari dua abad, dilaporkan berencana menjual bisnisnya di Indonesia yang memiliki aset kelolaan sekitar 4 miliar dolar AS. Rencana tersebut dilaporkan The Business Times dan oleh Yahoo Finance pada Desember 2024.

Menurut dua sumber yang mengetahui persoalan tersebut, langkah itu dilakukan ketika Schroders mempertimbangkan untuk keluar dari sejumlah pasar yang dinilai kurang berkembang di bawah kepemimpinan CEO barunya, Richard Oldfield.

Oldfield, yang mengambil alih jabatan pada November 2024, disebut berupaya memangkas unit bisnis berkinerja buruk untuk memperbaiki kinerja perusahaan setelah mencatat serangkaian pendapatan yang mengecewakan.

Tekanan terhadap perusahaan juga tercermin dari harga saham Schroders yang, menurut laporan tersebut, berada pada level terendah dalam 11 tahun terakhir.

Juru bicara Schroders Indonesia menyatakan bahwa perusahaan terus berdiskusi dengan calon mitra untuk memastikan layanan dan nilai bagi klien tetap terjaga. Namun, perusahaan menolak memberikan komentar mengenai spekulasi pasar tertentu.

Schroders mencari pembeli, sejumlah perusahaan dikabarkan berminat

Laporan The Business Times menyebutkan bahwa Schroders telah menunjuk sejumlah penasihat, termasuk UBS, untuk menjajaki kemungkinan penjualan unit bisnisnya di Indonesia.

Setidaknya empat perusahaan dikabarkan tertarik terhadap bisnis tersebut. Di antaranya adalah divisi manajemen aset HSBC, Allianz, dan Bank Negara Indonesia (BNI).

Sekretaris Perusahaan BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa perseroan terbuka terhadap berbagai opsi untuk memperkuat grup bisnisnya sebagai bagian dari transformasi perusahaan. Namun, ia menolak memberikan komentar mengenai kemungkinan transaksi tersebut secara spesifik.

Nilai penjualan unit Schroders Indonesia belum diketahui secara pasti.

Rencana divestasi ini muncul setelah perusahaan berupaya mengembangkan bisnisnya di Indonesia selama sekitar tiga dekade. Menurut sumber yang dikutip dalam pemberitaan tersebut, tekanan terhadap saham Schroders turut meningkatkan ekspektasi investor terhadap perubahan strategi perusahaan.

Schroders Indonesia diketahui mengelola aset sekitar 4 miliar dolar AS, setara dengan sekitar 1,6 persen dari total aset kelolaan perusahaan di kawasan Asia-Pasifik. Kawasan tersebut merupakan pasar terbesar kedua Schroders berdasarkan nilai aset yang dikelola.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
BPBD: Tangerang Berpotensi ...
Megapolitan
Pemkot Jakut Edukasi Pelaja...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.