Manfaatkan AI, UMKM Indonesia Mulai Perluas Pasar ke Malaysia dan Singapura
📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 15:27 WIB | Oleh: Haryo BronoMenurut data yang disampaikan dalam program tersebut, penggunaan teknologi AI membantu Ayubifood menurunkan biaya per percakapan hingga 85 persen. Waktu respons kepada calon pelanggan juga berkurang dari dua hingga tiga jam menjadi kurang dari lima menit. Upaya tersebut turut menghasilkan penjualan dari Malaysia.
Ketiga contoh tersebut memperlihatkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membantu UMKM menjangkau calon pembeli di luar negeri, merespons permintaan dengan lebih cepat, dan membuka peluang transaksi lintas negara tanpa harus lebih dahulu memiliki jaringan bisnis yang luas di negara tujuan.
86 Persen UMKM Pengguna AI Rasakan Manfaat Produktivitas
Kebutuhan terhadap pemanfaatan AI juga tercermin dalam riset Meta bersama YouGov mengenai penggunaan teknologi tersebut oleh pelaku UMKM. Riset daring yang melibatkan 3.983 pemilik UMKM di sembilan pasar, termasuk Indonesia, Australia, Singapura, Vietnam, Taiwan, India, Thailand, Jepang, dan Hong Kong, dilaksanakan pada 6 Agustus hingga 2 September 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil riset menunjukkan, 86 persen pemilik usaha kecil di Indonesia menyatakan bisnis mereka telah menggunakan AI. Dari kelompok tersebut, 85 persen melaporkan dampak positif terhadap produktivitas dalam 12 bulan terakhir.
Meski demikian, 91 persen responden menilai UMKM masih membutuhkan panduan untuk memperoleh manfaat maksimal dari teknologi tersebut.
Pemanfaatan AI untuk pemasaran diperkirakan terus berkembang. Sebanyak 98 persen pemilik usaha kecil di Indonesia berencana menggunakan AI untuk pemasaran dan pembuatan konten dalam 12 bulan mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, 59 persen pemilik UMKM yang bisnisnya telah menggunakan AI memanfaatkannya untuk membuat atau menyunting konten. Sebanyak 39 persen lainnya menggunakannya untuk menganalisis informasi bisnis atau pelanggan.
Riset itu juga menemukan bahwa 42 persen pemilik UMKM di Indonesia telah menggunakan setidaknya satu perangkat bisnis berbasis AI dari Meta. Sementara itu, 53 persen responden telah menggunakan atau tertarik menggunakan fitur respons pelanggan berbasis AI melalui Messenger atau WhatsApp.
Namun, penerapan teknologi ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Sebanyak 47 persen responden menyebut biaya sebagai salah satu hambatan untuk mengikuti pelatihan AI. Sebanyak 36 persen menginginkan panduan mengenai privasi dan keamanan data, sedangkan 32 persen membutuhkan informasi lebih jelas mengenai biaya dan tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI).
YouGov menjelaskan bahwa riset tersebut menggunakan kuota berdasarkan ukuran bisnis, yakni usaha dengan 1–9 karyawan, 10–19 karyawan, dan 20–49 karyawan. Temuannya memberikan gambaran mengenai pengalaman berbagai kelompok usaha kecil, tetapi tidak dimaksudkan sebagai representasi nasional seluruh populasi UMKM di setiap negara.
Meta dan Kemendag Serahkan Katalog Produk Siap Ekspor
Sebagai bagian dari penutupan program, Meta dan Kementerian Perdagangan menyerahkan National Export-Ready Catalogue. Katalog tersebut berisi profil dan produk unggulan peserta program yang dinilai siap menjangkau pasar ekspor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!