Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kisah Inspiratif Nelayan Wisata Dugong: Kerja Keras Membesarkan Anak hingga Jadi Prajurit TNI AD

8 Sabtu, 17 Okt 2026, 14:48 WIB | Oleh:
Kisah Inspiratif Nelayan Wisata Dugong: Kerja Keras Membesarkan Anak hingga Jadi Prajurit TNI AD Kisah Inspiratif Nelayan Wisata Dugong: Kerja Keras Membesarkan Anak hingga Jadi Prajurit TNI AD Doc: Antara foto
Ket. Musa Serang (56) berdiri di dekat perahunya sebelum mengantar wisatawan menyaksikan dugong bernama Mawar di Pantai Mali, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KUPANG - Terik sang surya yang menyengat Pantai Mali, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjelang siang hari itu tak menyurutkan semangat Musa Serang (56) mengantar wisatawan yang ingin menyaksikan mamalia laut dugong bernama Mawar.

Berdiri di perairan dangkal dengan air laut sebatas betis, Musa tersenyum lebar di samping perahu kayunya. Ia mengenakan kaus berkerah abu-abu muda dengan bagian lengan dan kerah berwarna lebih gelap, dipadukan dengan celana pendek longgar berwarna gelap.

Rambutnya yang mulai memutih di bagian tepi, kumis tipis, dan garis-garis kerutan di wajahnya memperlihatkan perjalanan hidup seorang pekerja yang bertahun-tahun akrab dengan terik matahari.

Di samping perahu bercat kuning, putih, dan biru kehijauan itu, Musa tampak menyatu dengan lanskap Pantai Mali. Kulitnya yang gelap terbakar matahari, tangannya yang kekar, serta senyumnya menggambarkan ketekunan seorang pekerja yang menemukan harapan baru di laut.

Perahu sederhana yang dilengkapi atap pelindung dari terpal gelap dan cadik di kedua sisinya itu menjadi saksi perubahan hidupnya, dari seorang sopir truk menjadi pengantar wisatawan yang mampu membiayai pendidikan anak-anaknya.

Bagi sebagian orang, perahu tersebut mungkin hanya alat transportasi. Namun, bagi Musa, perahu itu merupakan modal usaha sekaligus tumpuan harapan untuk membesarkan lima anaknya.

Sejak 2019, laut di Pantai Mali menjadi tempat Musa menggantungkan hidup. Setiap hari, ia mengantar wisatawan menuju perairan tempat Mawar kerap terlihat.

Di tengah hamparan laut biru kehijauan dan garis pegunungan yang membentang di kejauhan, Musa menjalani profesi yang mengubah kehidupan ekonomi keluarganya.

Sebelum menjadi pengantar wisatawan, Musa bekerja sebagai sopir truk. Setelah memutuskan berhenti, ia mencoba peluang baru di sektor pariwisata dengan membuat perahu sendiri untuk melayani wisatawan yang datang ke Pantai Mali.

Keputusan itu membawa hasil yang cukup menjanjikan. Dari jasa mengantar wisatawan, Musa mengaku memperoleh keuntungan sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan.

"Lebih untung di kerjaan yang sekarang daripada waktu menjadi sopir truk," ceritanya.

Pendapatan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya. Salah satu kebanggaan terbesarnya adalah keberhasilan mendidik salah seorang anaknya hingga lulus menjadi anggota TNI Angkatan Darat.

Bagi Musa, pencapaian itu menjadi bukti bahwa kerja keras di tengah keterbatasan mampu membuka jalan bagi masa depan anak. Di balik senyumnya ketika menyambut wisatawan, tersimpan tanggung jawab seorang ayah yang terus berjuang agar kebutuhan keluarga terpenuhi dan anak-anaknya dapat meraih cita-cita.

Musa tidak sendirian menggerakkan wisata pengamatan dugong di Pantai Mali. Saat ini, terdapat sekitar sembilan perahu yang dioperasikan oleh dirinya bersama rekan-rekannya. Mereka bergantian mengangkut wisatawan yang ingin menyaksikan mamalia laut tersebut di habitatnya.

Pada pukul 10.30 WITA, ketika matahari terasa menyengat dan suhu udara mencapai sekitar 34 derajat Celsius, sekitar lima perahu terlihat membawa wisatawan menuju perairan Pantai Mali. Aktivitas itu menunjukkan bagaimana keberadaan Mawar turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Tarif jasa perahu untuk wisata pengamatan dugong ditetapkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Alor. Setiap wisatawan lokal dikenakan tarif Rp100.000, wisatawan dari luar Alor Rp150.000, sedangkan wisatawan mancanegara membayar Rp200.000.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengejutkan! Moldova Disebu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.