Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Minta Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Paparan Asap Sudah Parah

📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 14:23 WIB | Oleh: Tim Redaksi
DPR Minta Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Paparan Asap Sudah Parah Doc: Antara
Ket. DPR RI meminta pemerintah bergerak lebih cepat dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama untuk wilayah dengan kondisi paling parah seperti Kalimantan Tengah

JAKARTA- Asap kebakaran hutan dan lahan yang tak kunjung reda di sejumlah wilayah kini tidak lagi sekadar soal pemadaman api, melainkan soal kesehatan warga yang terus terpapar setiap hari. Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, meminta pemerintah bergerak lebih cepat dengan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Karhutla, terutama untuk wilayah dengan kondisi paling parah seperti Kalimantan Tengah.

Irma menilai kondisi terkini sudah sangat parah dan mengancam kesehatan serta keselamatan warga. Banyak masyarakat di daerah terdampak yang menyuarakan keluhan keras karena parahnya asap. Tak sedikit yang menunjukkan keadaan anak-anak mereka yang mengalami sesak napas sehingga memerlukan bantuan tambahan.

"Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah," ujar Irma di Jakarta Jumat (16/10/2026).

Menurut Irma, penetapan KLB bukan sekadar status administratif, melainkan pintu untuk mempercepat pengerahan tenaga kesehatan, obat-obatan, dan layanan rujukan. Tanpa status yang jelas, respons di lapangan dikhawatirkan berjalan lambat, sementara paparan asap berlangsung berkepanjangan.

Selain penetapan KLB, Irma meminta pemerintah memetakan wilayah dengan warga yang terus terpapar asap Karhutla. Pemetaan itu penting agar pertolongan bisa diberikan sejak awal dan perawatan bagi mereka yang kondisinya memburuk bisa berkesinambungan.

"Tentunya dengan menyediakan pertolongan sejak awal, dan menjaga kesinambungan perawatan bagi mereka yang kondisinya memburuk," ucapnya.

Anggota Komisi Kesehatan dan Ketenagakerjaan DPR ini juga mendorong Kemenkes bersama dinas kesehatan daerah terdampak untuk menghubungkan informasi kualitas udara dengan kesiapan pelayanan. Wilayah dengan paparan tinggi, menurut Irma, perlu memperoleh penguatan tenaga, persediaan medis, dan kemampuan rujukan berdasarkan kebutuhan penduduk.

Irma menegaskan warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap berlangsung lama.

"Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla yang berlangsung berkepanjangan," sebutnya.

Perhatian khusus, kata Irma, harus diberikan kepada kelompok paling rentan, yakni bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan lain yang meningkatkan kerentanan. Bagi kelompok ini, paparan asap bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan risiko yang bisa memperburuk kondisi kesehatan secara cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Mino WINNER Kembali Jalani ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.