Wuhan Open: Swiatek Ukir Rekor Kemenangan WTA 1000, Svitolina Lolos dari Hadangan Samsonova
Kamis, 15 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: WTA
WUHAN – Iga Swiatek dan Elina Svitolina menjaga peluang tampil di WTA Finals 2026 setelah sama-sama meraih kemenangan pada babak kedua Wuhan Open, Rabu (14/10). Namun, kedua petenis unggulan tersebut melewati pertandingan dengan cara berbeda.
Swiatek yang menempati unggulan ketujuh melaju relatif mulus setelah mengalahkan rekan senegaranya dari Polandia, Magdalena Frech, dengan skor 6-2, 6-1. Sebaliknya, unggulan kelima Svitolina harus berjuang hingga tiga set sebelum menyingkirkan Liudmila Samsonova dari Russia, 6-2, 5-7, 6-2.
Bagi Swiatek, kemenangan tersebut bukan sekadar tiket menuju babak ketiga. Petenis Polandia itu juga mencatatkan kemenangan ke-40 sepanjang musim ini di WTA Tour.
Selain itu, Swiatek kini mengoleksi 149 kemenangan di turnamen kategori WTA 1000 sejak format tersebut diperkenalkan pada 2009. Ia melewati legenda tenis Amerika Serikat, Serena Williams, yang mengumpulkan 148 kemenangan, untuk menempati posisi ketujuh dalam daftar sepanjang masa.
Swiatek membutuhkan waktu 1 jam 43 menit untuk menundukkan Frech. Meski skor akhir terlihat meyakinkan, petenis berusia 25 tahun itu mengakui pertandingan tidak semudah yang tergambar dari angka di papan skor.
“Saya senang bisa memainkan pertandingan pertama di lapangan utama karena sebelumnya belum mendapat kesempatan bermain di sana,” kata Swiatek setelah pertandingan.
“Pada awal pertandingan, semuanya berlangsung poin demi poin. Namun, saya senang karena kemudian mulai membuat lebih sedikit kesalahan dan mampu memanfaatkan peluang hingga pertandingan berakhir. Tentu saja, pertandingan ini lebih sulit daripada yang terlihat dari skornya,” ujarnya.
Kemenangan tersebut juga memperpanjang konsistensi Swiatek. Ia berhasil membukukan setidaknya 40 kemenangan dalam satu musim selama lima tahun berturut-turut.
Sepanjang musim ini, Swiatek mencatatkan rekor 19 kemenangan dan dua kekalahan ketika menghadapi lawan di luar 50 besar dunia. Dua kekalahan tersebut terjadi saat menghadapi Maria Sakkari, yang ketika itu berada di peringkat ke-52 dunia, di Doha, serta Zheng Qinwen yang menempati peringkat ke-121 ketika bertemu di US Open.
Meski konsistensinya tetap terjaga, Swiatek menyebut musim 2026 sebagai salah satu periode paling menantang dalam kariernya.
“Setiap tahun selalu berbeda, sehingga tidak ada resep atau solusi tertentu. Saya senang karena meskipun setiap musim menghadirkan tantangan yang berbeda, saya tetap mampu menjaga konsistensi,” kata Swiatek.
“Musim ini jelas menjadi yang paling berat. Karena itu, setiap kemenangan yang saya raih memiliki arti besar. Saya tentu akan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin kemenangan,” tuturnya.
Swiatek juga mengaku belajar banyak dari masa-masa sulit yang dihadapinya sepanjang musim. Jika sebelumnya ia merasa periode buruk biasanya segera diikuti keberhasilan, kali ini perjalanan menuju hasil positif terasa lebih berat.
“Pelajaran terbesar mungkin adalah menyadari bahwa tidak ada sesuatu pun yang bisa diraih dengan mudah,” ujarnya.
“Dalam perjalanan karier saya, semuanya cenderung terus bergerak maju. Ketika mengalami periode buruk, biasanya saya kemudian memenangi sesuatu dan kembali merasa hebat. Tahun ini sedikit lebih sulit.”
Ia menambahkan, pengalaman tersebut membuatnya ingin lebih tangguh dan menghargai proses, bukan semata-mata hasil akhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!