Raphinha Jadi Jawaban Barcelona atas Kegagalan Merekrut Julian Alvarez
Jumat, 06 Nov 2026, 09:17 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Barcelona
BARCELONA – Barcelona tampaknya tidak perlu lagi menyesali kegagalan merekrut Julian Alvarez pada bursa transfer musim panas lalu. Sebab, Raphinha justru berkembang menjadi mesin gol baru Blaugrana setelah dipercaya mengisi posisi penyerang tengah yang sebelumnya diproyeksikan untuk striker Atletico Madrid tersebut.
Kedua tim akan bertemu dalam pertandingan penting La Liga di Stadion Metropolitano, Minggu (8/11). Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah Raphinha kembali menemukan performa terbaiknya dan menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam skema permainan pelatih Hansi Flick.
Alvarez sebelumnya sempat berupaya meninggalkan Atletico Madrid demi bergabung dengan Barcelona. Keinginan penyerang tim nasional Argentina itu bahkan sempat memanaskan hubungan kedua klub.
Upaya Barcelona mendatangkan Alvarez membuat Atletico berang. Pada Oktober, Federasi Sepak Bola Spanyol menjatuhkan denda sekitar 600 euro kepada Barcelona terkait pendekatan mereka terhadap sang pemain.
Namun, transfer tersebut tidak pernah terwujud. Alvarez akhirnya bertahan di Atletico dan kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung klub untuk memperbaiki hubungan yang sempat merenggang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Barcelona pun bergerak cepat mencari solusi. Raphinha, yang sejatinya berposisi sebagai pemain sayap, justru berkembang luar biasa ketika digeser ke posisi nomor sembilan atau penyerang tengah.
Performa impresif pemain asal Brasil itu membuat peluang Barcelona kembali mengejar Alvarez pada musim panas mendatang semakin kecil. Terlebih, Raphinha baru saja menandatangani kontrak baru hingga 2030 pada Kamis.
Laga melawan Atletico akan menjadi kesempatan bagi pemain berusia 29 tahun tersebut untuk kembali membuktikan bahwa Barcelona telah menemukan sosok penyerang yang mereka butuhkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika Raphinha tampil dalam performa terbaiknya, Barcelona mengawali musim dengan catatan luar biasa berupa 11 kemenangan beruntun di seluruh kompetisi.
Namun, momentum positif tersebut terhenti setelah mereka menelan dua kekalahan beruntun dari Paris Saint-Germain dan Real Madrid.
Raphinha tidak tampil maksimal dalam kedua pertandingan tersebut karena masih dalam proses pemulihan cedera paha yang dialaminya ketika membela tim nasional Brasil pada akhir September.
Dalam kekalahan 2-4 dari PSG di Liga Champions, Raphinha tampil jauh di bawah standar biasanya. Dia kemudian mencetak gol ketika Barcelona takluk 1-2 dari Real Madrid di kandang sendiri, tetapi penampilannya belum sepenuhnya meyakinkan.
Namun, keraguan terhadap kondisinya mulai terjawab. Raphinha mencetak empat gol dalam dua pertandingan berikutnya ketika Barcelona menghadapi Alaves dan Aston Villa.
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa sang pemain telah pulih sepenuhnya. Tak lama kemudian, Barcelona memberikan penghargaan atas kontribusinya dengan kontrak baru hingga 2030.
Sejak bergabung dari Leeds United pada 2022, perjalanan Raphinha di Barcelona tidak selalu berjalan mulus. Di bawah kepelatihan Xavi Hernandez, pemain sayap itu sempat mengalami frustrasi karena merasa belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan pelatih.
Situasi berubah setelah Hansi Flick mengambil alih kursi pelatih pada 2024. Filosofi permainan dengan tekanan tinggi atau high pressing yang diterapkan pelatih asal Jerman tersebut sangat sesuai dengan karakter Raphinha.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!