Polisi Usut Kasus Dugaan Penganiayaan Warga yang Protes Petasan di Pondok Pinang
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 00:38 WIB | Oleh: AlfredAkibat dentuman yang tak kunjung berhenti, dia kemudian mendatangi lokasi acara tersebut untuk meminta penjelasan kepada pihak yang bertanggung jawab.
"Sampai di menit ke-15, belum juga berhenti. Jadi, akhirnya saya langsung keluar, tuh. Saya langsung keluar, saya enggak peduli ini mau gimana-bagaimana, tapi ini enggak bener," ucap Amanda.
Dia pun mengaku kesulitan menemui penyelenggara acara. Terlebih, dia justru mengalami tindakan fisik saat meminta agar dipertemukan dengan panitia.
Amanda mengaku sempat didorong dan ditarik oleh sejumlah orang. Ia juga mengaku wajahnya disembur air dan diminta agar meninggalkan lokasi.
Situasi itu kemudian semakin memanas ketika sejumlah orang mendatanginya.
Sementara itu, putranya yang menolongnya disebut mengalami luka cakaran pada tangan ketika berusaha menahan orang yang menurut Amanda hendak menyerangnya.
Amanda menilai penggunaan kembang api dengan suara dentuman keras seharusnya mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar.
Menurut dia, kawasan tersebut dihuni anak-anak, bayi, lansia, serta warga yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Keluhan serupa juga disampaikan Amanda melalui media sosial. Dalam unggahannya melalui akun Threads @amandaandono, ia mengatakan anaknya yang memiliki kebutuhan khusus sampai terbangun dan mengalami ketakutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!