Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siswa Jadi 'Pelayan' Teman Sendiri! Uniknya Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Denpasar

3 Rabu, 14 Okt 2026, 01:20 WIB | Oleh:
Siswa Jadi 'Pelayan' Teman Sendiri! Uniknya Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Denpasar Siswa Jadi 'Pelayan' Teman Sendiri! Uniknya Uji Coba Makan Bergizi Gratis di Denpasar Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Siswa SDN 14 Dangin Puri melatih kemandirian lewat uji coba MBG prasmanan di Denpasar, Selasa (13/10/2026).

DENPASAR - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Dangin Puri, Denpasar, Bali, menerapkan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema prasmanan untuk melatih kemandirian serta rasa tanggung jawab para siswa. 

"Untuk mandiri iya, kalau memang kita lihat untuk mengajar siswa itu memang betul mengajari anak-anak untuk bertanggung jawab, dia bisa mandiri, yaitu dengan saling melayani teman-temannya untuk pengambilan makanan prasmanan," kata Kepala SDN 14 Dangin Puri Ni Luh Sriwati di Denpasar, Selasa (13/10).

Ia menjelaskan bahwa penerapan metode prasmanan ini merupakan bagian dari program percontohan MBG di Bali yang diselenggarakan oleh Polda Bali dengan dapur pusat di Jalan Plawa Denpasar.

Uji coba skema prasmanan tersebut resmi dimulai sejak hari Senin tanggal 5 Oktober 2026 dan direncanakan berlangsung hanya selama 10 hari kerja.

Dari total 205 siswa SDN 14 Dangin Puri kelas 1 hingga kelas 6 yang menerima manfaat MBG di sekolah ini, uji coba prasmanan secara khusus melibatkan siswa kelas tinggi dari kelas 5 dan kelas 6 sebanyak 63 siswa.

"Untuk sementara ini karena anak kelas tinggi di kelas 5 dan kelas 6, kita gilirkan karena petugasnya kan lima orang biar tidak anak itu saja, bergilir dari siswa untuk siswa," ujar Sriwati.

Skema prasmanan ini melibatkan peran aktif siswa yang bertugas melayani dan membagikan makanan kepada teman-teman sebayanya secara bergantian setiap hari.

Meskipun bernilai positif bagi pembentukan karakter kemandirian siswa, penerapan skema prasmanan ini juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait durasi waktu istirahat yang menjadi lebih singkat.

"Sejauh ini kondusif, cuma di sini memerlukan waktu lebih lama, 30 menit dari MBG yang sebelumnya karena anak yang lain selain kelas 5-6 langsung pakai ompreng," ujarnya.

Waktu pelaksanaan yang lebih panjang ini membuat durasi istirahat siswa menjadi sangat terbatas karena jam pelajaran berikutnya harus segera dimulai pukul 10.00 Wita.

"Iya, ngepas, kadang-kadang anak-anak ya tidak bisa istirahat, kurang jam istirahat jadinya karena waktu belajarnya sudah mulai jam 10,” ucapnya.

Meski masih ada tantangan, dari segi kualitas penyajian, menu makanan yang disajikan dengan skema prasmanan dinilai terasa lebih segar dibandingkan menggunakan wadah ompreng yang langsung diberikan dapur.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Made Bagus Canendra Widi Putra, seorang siswa kelas 5 yang turut ambil bagian sebagai petugas pembagian makanan.

"Kalau mendapatkan MBG prasmanan itu rasanya lebih enak dibanding MBG yang langsung di ompreng karena masih baru matang banget gitu," kata Made Bagus.

Sebagai salah satu siswa yang pernah bertugas melayani rekan-rekannya, ia mengaku sempat menghadapi sedikit tantangan kecil pada awal penugasannya.

"Kalau menurut saya sih gampang, tapi karena belum terbiasa bagian mencapit-capit itu jadinya agak jatuh-jatuh sering," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
PON Butuh Anggaran Rp1 Tril...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.