Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inggris Tolak Tekanan Uni Eropa untuk Kenakan Tarif Mobil Listrik Tiongkok

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 15:45 WIB | Oleh:
Inggris Tolak Tekanan Uni Eropa untuk Kenakan Tarif Mobil Listrik Tiongkok Doc: Istimewa
Ket. Penolakan terhadap tekanan tarif Tiongkok menunjukkan bahwa London masih ingin mempertahankan ruang untuk menentukan kebijakan perdagangannya sendiri, meskipun pada saat bersamaan berusaha mempererat hubungan dengan Brussels.

LONDON – Pemerintah Inggris menegaskan tidak akan mengubah kebijakan perdagangan terhadap Tiongkok hanya untuk memenuhi tuntutan Uni Eropa. London menilai setiap keputusan terkait tarif impor harus didasarkan pada kepentingan ekonomi nasional, terutama untuk melindungi industri otomotif yang berorientasi ekspor.

Dari The Guardian, Menteri Perdagangan Inggris Jonathan Reynolds menyampaikan sikap tersebut di tengah meningkatnya tekanan dari Brussels agar Inggris menyelaraskan kebijakan tarif dengan Uni Eropa. Perselisihan ini berpotensi menjadi salah satu hambatan dalam upaya mempererat kembali hubungan ekonomi Inggris dan blok Eropa.

Uni Eropa sebelumnya telah memberlakukan tarif hingga 45 persen terhadap sejumlah mobil listrik buatan Tiongkok. Kebijakan itu ditujukan untuk menghadapi persaingan dari kendaraan Tiongkok yang dinilai memperoleh keuntungan dari subsidi pemerintah, sekaligus melindungi produsen otomotif Eropa dari ancaman kehilangan pasar dan lapangan kerja.

Pada Jumat pekan lalu, Uni Eropa juga menyepakati pembatasan impor mobil hibrida Tiongkok melalui skema kuota hingga 350.000 unit per tahun. Langkah tersebut mencerminkan kekhawatiran Eropa terhadap semakin kuatnya penetrasi kendaraan China di pasar regional.

Namun, Reynolds menegaskan Inggris tidak akan mengikuti langkah tersebut semata-mata karena desakan negara lain.

“Saya hanya ingin memperjelas: ketika kita membuat keputusan perdagangan apa pun terkait tarif pertahanan perdagangan sehubungan dengan Uni Eropa, itu didasarkan pada kepentingan Inggris – bukan berdasarkan permintaan negara lain,” kata Reynolds dalam kunjungan perdagangan ke India.

Ia menjelaskan, kebijakan tarif harus mempertimbangkan karakter industri otomotif Inggris yang sangat bergantung pada pasar ekspor. Pemerintah, menurut dia, telah mengkaji persoalan tersebut sejak 2024 dan akan terus mengevaluasi kebijakan sesuai kebutuhan industri dalam negeri.

Sikap Inggris itu sekaligus membantah kekhawatiran bahwa negara tersebut dapat menjadi jalur alternatif bagi produsen Tiongkok untuk memasuki pasar Uni Eropa tanpa terkena pembatasan yang berlaku di kawasan tersebut.

Reynolds mengatakan Inggris saat ini belum memiliki produsen otomotif besar asal Tiongkok yang memproduksi kendaraan secara lokal untuk kemudian memasarkannya ke pasar tunggal Eropa.

“Jadi kami tidak memproduksi kendaraan di sini dan mengirimkannya ke pasar tunggal melalui semacam jalur belakang,” ujarnya.

Meski demikian, potensi masuknya perusahaan otomotif China ke Inggris tetap menjadi perhatian. Salah satu perkembangan yang disorot adalah kesepakatan Nissan untuk mempertimbangkan produksi kendaraan di Inggris bagian utara bagi produsen Tiongkok, Chery.

Di sisi lain, Inggris juga mempertimbangkan risiko ekonomi jika menerapkan tarif terhadap kendaraan Tiongkok. Beijing berpotensi membalas dengan kebijakan serupa yang dapat merugikan perusahaan Inggris, termasuk produsen otomotif Jaguar Land Rover.

Reynolds menilai mengecualikan Inggris dari kebijakan perdagangan baru Eropa justru dapat merugikan kedua belah pihak. Hubungan industri Inggris dan Uni Eropa telah terhubung melalui rantai pasokan yang saling bergantung, sehingga pembatasan terhadap salah satu pihak berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

Perselisihan mengenai tarif ini muncul menjelang pertemuan tingkat tinggi Inggris-Uni Eropa yang dijadwalkan berlangsung di Brussels pada 20 November 2026. Pertemuan tersebut dipandang sebagai ujian bagi upaya Perdana Menteri Andy Burnham untuk memperbaiki hubungan dengan Eropa setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

PSS Belum Memikirkan League Cup, Masih Fokus Liga Super

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSS Belum Memikirkan League...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.