Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Media Inggris Soroti 300 Rumah Hangus karena Karhutla di Indonesia, Hampir 1.000 Warga Mengungsi

4 Rabu, 14 Okt 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Media Inggris Soroti 300 Rumah Hangus karena Karhutla di Indonesia, Hampir 1.000 Warga Mengungsi Media Inggris Soroti 300 Rumah Hangus karena Karhutla di Indonesia, Hampir 1.000 Warga Mengungsi Doc: Istimewa
Ket. Dampak karhutla tahun ini juga meluas ke persoalan kesehatan dan kualitas udara. Asap kebakaran dilaporkan memicu kabut asap pekat di sejumlah wilayah, meningkatkan kasus gangguan pernapasan hingga puluhan ribu kasus

PANGKALPINANG – Media Inggris, The Guardian, pada Selasa (13/10), menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang menghanguskan hampir 300 rumah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kebakaran yang dipicu kondisi cuaca kering di tengah fenomena El Niño itu juga memaksa hampir 1.000 warga meninggalkan tempat tinggal mereka demi menyelamatkan diri.

Kebakaran melanda permukiman di Kabupaten Bangka Selatan setelah api yang semula terlihat di sekitar desa tiba-tiba membesar dan merambat ke rumah-rumah warga. Peristiwa tersebut terjadi sejak Sabtu, ketika penduduk setempat berusaha memadamkan api secara mandiri menggunakan pompa air portabel.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengatakan warga sempat mengira kobaran api berhasil dikendalikan. Namun, kondisi lahan gambut membuat upaya pemadaman tidak sepenuhnya berhasil karena bara api masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

“ Mereka mengira api sudah padam. Tapi itu lahan gambut, dan masih ada api yang membara di bawahnya. Jadi, ketika mereka mengira api sudah padam, angin berubah arah dan dengan cepat mendorong api ke arah permukiman,” kata Riza.

Angin yang berubah arah membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan permukiman. Rumah-rumah yang sebagian besar dibangun menggunakan material kayu menjadi sangat rentan dilalap si jago merah.

Bagi warga yang terdampak, kebakaran tersebut bukan sekadar bencana lingkungan, melainkan juga kehancuran tempat tinggal dan harta benda yang mereka miliki.

Leni, perempuan berusia 55 tahun yang kini berlindung di tempat penampungan bersama keluarganya, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang dari rumahnya.

“Rumah saya sudah hancur,” ujarnya.

“Tidak ada yang tersisa. Saya hanya bisa menyelamatkan diri sendiri dan membawa anak-anak saya bersama saya... Saya panik dan tidak punya waktu untuk mengambil apa pun.”

Pengalaman serupa dialami Haryanti, 50 tahun. Ia mengatakan angin kencang membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan hingga melahap rumah-rumah di sekitarnya.

“Saya langsung berlari untuk menyelamatkan diri. Tak satu pun barang milik saya selamat... hanya pakaian yang saya kenakan,” katanya.

Riza menjelaskan, permukiman yang terdampak dibangun di atas lahan yang sebelumnya merupakan kawasan gambut di area lindung. Kawasan tersebut kemudian dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan pada tahun lalu.

Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan wilayah Indonesia terhadap karhutla, terutama ketika musim kemarau bertepatan dengan fenomena iklim yang memperparah kekeringan. Indonesia secara rutin menghadapi kebakaran hutan dan lahan, tetapi kondisi cuaca tahun ini dinilai meningkatkan risiko meluasnya api.

Fenomena El Niño diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan data pembanding dimulai sekitar empat dekade lalu. Kondisi tersebut dapat memperpanjang periode kering dan membuat vegetasi serta lahan gambut lebih mudah terbakar.

Selain faktor cuaca, para ahli juga menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang telah mengubah bentang alam di Sumatra dan Kalimantan. Padahal, kebakaran di kawasan gambut dapat terus membara di bawah permukaan tanah meskipun api di atasnya terlihat telah padam.

Dampak karhutla tahun ini juga meluas ke persoalan kesehatan dan kualitas udara. Asap kebakaran dilaporkan memicu kabut asap pekat di sejumlah wilayah, meningkatkan kasus gangguan pernapasan hingga puluhan ribu kasus, serta memperburuk polusi udara yang turut dirasakan Singapura dan Malaysia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Larangan Tak Goyahkan Pelaj...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.