Perusahaan Beralih ke Ruang Kerja Fleksibel di Tengah Perkembangan AI
📅 Senin, 12 Okt 2026, 12:27 WIB | Oleh: Haryo BronoAngka-angka tersebut mencerminkan perubahan pendekatan perusahaan terhadap pengelolaan properti. Alih-alih mengandalkan satu kantor pusat dengan biaya operasional tinggi, perusahaan mulai mempertimbangkan jaringan ruang kerja profesional yang tersebar di sejumlah lokasi.
Model ini memungkinkan karyawan menggunakan ruang kerja sesuai kebutuhan, tanpa mengharuskan perusahaan menyediakan kapasitas kantor yang sama sepanjang waktu.
Ruang Kerja Dekat Rumah Dinilai Mendukung Produktivitas
Ruang kerja fleksibel tidak hanya dipertimbangkan untuk mengurangi biaya properti, tetapi juga untuk mendukung produktivitas karyawan. Dalam model kerja hibrida, karyawan dapat bekerja dari rumah pada waktu tertentu dan menggunakan ruang kerja profesional ketika membutuhkan fasilitas kantor atau berkolaborasi dengan rekan kerja.
IWG menyebut model kerja hibrida yang memberikan akses ke ruang kerja fleksibel lebih dekat dengan tempat tinggal karyawan berpotensi meningkatkan produktivitas sebesar 11 persen dalam lima tahun ke depan.
Pendekatan tersebut juga dapat memperluas pilihan lokasi kerja bagi karyawan. Mereka tidak harus selalu melakukan perjalanan ke kantor pusat di kawasan bisnis, sementara perusahaan dapat menyesuaikan penggunaan ruang dengan kebutuhan tim dan kegiatan operasional.
Meski demikian, penerapan model kerja fleksibel tetap bergantung pada jenis pekerjaan, kebutuhan kolaborasi, serta kebijakan perusahaan. Tidak semua fungsi pekerjaan dapat dijalankan sepenuhnya dari jarak jauh, sehingga pengaturan ruang kerja perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing organisasi.
Peran Kantor Tetap Penting
Di tengah perubahan pola kerja, perusahaan tidak serta-merta meninggalkan kantor fisik. Justru, sebagian besar pemimpin perusahaan memperkirakan kantor akan tetap memiliki peran penting dalam operasional bisnis.
Penelitian IWG mencatat, 76 persen CEO menyatakan peran kantor akan semakin penting bagi organisasi mereka dalam dua tahun mendatang. Sebaliknya, hanya 0,8 persen yang memperkirakan peran kantor akan semakin berkurang.
Temuan tersebut mengindikasikan bahwa perubahan lebih banyak terjadi pada cara perusahaan menggunakan ruang kerja, bukan pada penghapusan kebutuhan terhadap kantor. Ruang profesional masih diperlukan untuk mendukung kolaborasi, inovasi, interaksi antarkaryawan, dan pembentukan budaya perusahaan.
Christian Schmitz, CEO International Workplace Group, mengatakan perusahaan membutuhkan strategi tempat kerja yang memungkinkan penyesuaian skala operasional dengan cepat, seiring perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis.
“AI mempercepat laju perubahan bagi setiap bisnis, dan perusahaan yang ingin sukses memerlukan strategi tempat kerja yang memungkinkan mereka menyesuaikan skala operasional dengan cepat sesuai kebutuhan, memangkas biaya tetap yang tidak perlu, serta memberikan akses kepada karyawan ke ruang kerja berkualitas tinggi di mana pun mereka membutuhkannya,” kata Schmitz melalui keterangan tertulis pada hari Senin (12/10).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!