Pramono Anung Minta Kasus Pemukulan Satpol PP di Bulungan Diproses Hukum, Korban Alami Enam Jahitan
📅 Senin, 12 Okt 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta insiden pemukulan terhadap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat penertiban parkir liar di kawasan Kolam Renang Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tetap diproses secara hukum meskipun pihak perusahaan terkait telah meminta maaf dan mengajak menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
“Saya minta untuk hal yang seperti ini proses hukumnya tetap ditegakkan, tetapi tentunya kita tetap membuka silaturahmi untuk itu,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Senin (12/10).
Pramono mengatakan pihak perusahaan yang terlibat telah mendatangi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyampaikan kronologi kejadian. Namun, ia menegaskan permintaan maaf tidak menghapus perlunya penegakan hukum karena dalam insiden tersebut terjadi pemukulan dan intimidasi terhadap petugas.
“Karena ini sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar, dan kemudian mengintimidasi, saya minta untuk proses hukumnya tetap ditegakkan,” ujarnya.
Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, Pramono mengaku langsung menghubungi Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan.
Ia menjelaskan, insiden bermula ketika petugas Satpol PP bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan penertiban parkir liar dan pedagang kaki lima yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat di sekitar Kolam Renang Bulungan.
“Ketika dilakukan di kolam renang Bulungan, Satpol PP bersama Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban. Supaya orang tidak parkir sembarangan. Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu,” kata Pramono.
Menurut dia, situasi kemudian memanas hingga terjadi bentrokan yang pada awalnya melibatkan petugas Dishub dan sejumlah pekerja. Setelah petugas Dishub mundur, sejumlah orang masih mengejar petugas, termasuk anggota Satpol PP, dan melakukan pemukulan.
“Dipukul, dihantam pakai helm, dan Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan,” ungkapnya.
Pramono menegaskan pemerintah tidak boleh membiarkan tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas. Ia menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dengan pihak perusahaan, tetapi proses hukum harus berjalan.
“Tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” ucapnya.
Penghadangan Petugas
Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru Diki Zulkarnain mengatakan seorang anggota Satpol PP terluka ketika menjalankan operasi cabut pentil (OCP) dalam penertiban parkir liar di depan Kolam Renang Bulungan.
"Dalam kejadian tersebut, terdapat petugas yang mengalami luka saat berupaya melindungi anggota lainnya yang terjatuh dan nyaris menjadi sasaran pengeroyokan massa," kata Diki kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!