Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Bantah Daya Beli Melemah, Benarkah Lonjakan Wisata dan QRIS Jadi Buktinya?

📅 Senin, 12 Okt 2026, 14:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Bantah Daya Beli Melemah, Benarkah Lonjakan Wisata dan QRIS Jadi Buktinya? Doc: Antara
Ket. (Ki-ka) Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (12/10).

Jakarta - Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo membantah anggapan bahwa daya beli masyarakat Indonesia sedang melemah. Menurut dia, data statistik justru menunjukkan adanya pergeseran pola konsumsi, terutama pada sektor transportasi, pariwisata, dan transaksi digital.

“Yang terjadi itu bukan daya beli melemah. Nggak, sangat tidak betul. Yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan,” kata Dradjad dalam konferensi pers seusai pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Senin (12/10).

Dradjad menjelaskan, salah satu indikator yang digunakan pemerintah untuk mendukung pandangan tersebut adalah pertumbuhan aktivitas transportasi dan pariwisata. BPS sebelumnya melaporkan jumlah penumpang angkutan domestik meningkat 8,09 persen menjadi 2,70 juta penumpang sepanjang Agustus 2026.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan penyeberangan naik 20,13 persen menjadi 4,66 juta penumpang. Peningkatan tersebut dinilai mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat di tengah perubahan kecenderungan belanja dan konsumsi.

Di sektor pariwisata, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Agustus 2026 mencapai 104,30 juta perjalanan, meningkat 11,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025.

“Transportasi itu tinggi sekali karena masyarakat kita rupanya sekarang banyak yang senang jalan-jalan, dan konsumsi jalan-jalan itu tinggi sekali. Restoran dan hotel juga. Turisme meningkat, pariwisata meningkat sekali,” ujar Dradjad.

Selain mobilitas dan pariwisata, pemerintah juga menyoroti pertumbuhan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI), transaksi QRIS tumbuh 67,22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Kalau transaksi QRIS meningkat drastis, berarti memang banyak transaksi dan konsumsi,” kata Dradjad.

Peningkatan transaksi belanja melalui platform daring juga disebut sebagai salah satu indikasi perubahan pola konsumsi masyarakat. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa masyarakat kini cenderung beralih ke platform daring dibandingkan dengan berbelanja secara langsung atau luring.

Meski demikian, Dradjad dan Amalia tidak merinci data terbaru mengenai peningkatan transaksi belanja daring yang menjadi salah satu dasar penilaian tersebut.

“Pergeseran konsumsi ini tertangkap oleh BPS, sehingga kami dari pemerintah meyakini bahwa memang daya beli masyarakat itu sangat bagus,” tutur Dradjad.

Pernyataan tersebut menempatkan perubahan pola konsumsi sebagai salah satu penjelasan pemerintah dalam menanggapi kekhawatiran mengenai daya beli. Namun, data yang disampaikan dalam konferensi pers itu terutama menggambarkan peningkatan aktivitas transportasi, pariwisata, dan transaksi digital, tanpa merinci bagaimana perubahan tersebut dirasakan oleh seluruh kelompok masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Jakarta Kini Jadi Pusat Kol...

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Pertamina Pertahankan Harga...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.