Di Balik Rencana PLTP Gunung Ungaran, Ada Kekhawatiran Lingkungan dan Harapan Ekonomi
Senin, 12 Okt 2026, 03:01 WIB | Oleh: Tim Penulis"Aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan kelayakan pengembangan proyek geothermal," katanya.
Pandangan serupa mengenai pentingnya perlindungan lingkungan disampaikan Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Dr. Ali Ahmudi Achyak. Ia menilai pengembangan PLTP perlu mempertimbangkan keberlanjutan sumber air, ekosistem, lahan masyarakat, serta warisan budaya di kawasan tersebut.
Menurut Ali, pengembangan panas bumi perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan hasil kajian teknis, lingkungan, sosial, tata ruang, dan ketentuan yang berlaku.
“Apabila target sekitar 55 megawatt (MW) dapat tercapai, keberhasilan yang lebih utuh adalah ketika kapasitas listrik tersebut berjalan seiring dengan terjaganya sumber air, keanekaragaman hayati, nilai cagar budaya, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Ali dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.
Ia memperkenalkan konsep "55 MW+0", yakni pengembangan energi panas bumi dengan target menghasilkan listrik sekaligus menjaga fungsi sumber air, keanekaragaman hayati, cagar budaya, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ali menjelaskan, kajian awal mengenai keberlanjutan sumber air perlu mencakup debit mata air dan sungai, kualitas air, muka air tanah, curah hujan, kondisi hidrogeologi, serta pola pemanfaatan air oleh masyarakat.
Selain sumber air, kondisi hutan dan habitat satwa juga perlu diperhitungkan dalam menentukan lokasi pembangunan fasilitas, seperti jalan, lokasi pengeboran (well pad), jaringan pipa, dan sarana pendukung lainnya. Pemulihan serta revegetasi juga perlu dilakukan pada kawasan yang terdampak pembangunan.
Menurut Ali, pengembangan panas bumi dapat mendukung transisi energi sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan apabila dilakukan berdasarkan kajian yang memadai, menggunakan teknologi yang tepat, melibatkan masyarakat, serta diawasi secara terbuka dan konsisten.
Dengan demikian, pengembangan PLTP Gunung Ungaran perlu memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan energi, perlindungan lingkungan, pelestarian cagar budaya, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Diskusi tersebut juga menghadirkan pengamat dan pemikir Islam Nur Wahid serta pengasuh Pondok Pesantren Al Itqon Semarang, KH Ubaidillah Sodaqoh, sebagai pembicara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!