Riset Evident: Wamen dan Waka Badan Tidak Sekadar Ban Serep.
📅 Rabu, 07 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarAda pula yang banyak disebut namun menuai tanggapan negatif, yakni Dahnil Anzar Simanjuntak, Wamen Haji dan Umrah yang banyak dibicarakan (1.810 sebutan), namun 57,2 persen di antaranya bernada negatif.
Dari riset ini, Evident Institute merekomendasikan tiga langkah utama. Pertama, memperkuat pengawasan internal pada lembaga baru yang menjalankan program prioritas nasional berskala besar, mengingat pola risiko tata kelola yang tampak pada kasus Badan Gizi Nasional.
Kedua, memperbarui basis data pemantauan secara berkala mengikuti dinamika reshuffle kabinet dan perkembangan proses hukum. Ketiga, memahami bahwa peringkat volume pemberitaan adalah sekadar indikator popularitas.
“Jumlah atau volume pemberitaan bukan indikator kinerja pejabat publik, karena kajian ini menunjukkan bahwa keduanya adalah sumbu yang berbeda dan tidak berbanding lurus,” pungkasnya.
Tentang Riset
Kajian ini memetakan volume pemberitaan media daring dan status hukum 63 tokoh setingkat Wakil Menteri atau Wakil Kepala Badan dalam Kabinet Merah Putih, selama satu tahun penuh. Data dikumpulkan lewat Google News RSS, disaring memakai daftar media nasional yang mapan, menghasilkan 392 artikel dari 66 sumber media (rata-rata 6,2 artikel per tokoh).
Kajian ini bersifat deskriptif dan merupakan penjajakan awal, bukan penilaian kinerja pejabat publik. Penyaringan sumber media memakai daftar kurasi manual yang berbasis data Dewan Pers. Kajian ini juga tidak memuat analisis sentimen, dan seluruh status hukum yang dilaporkan tunduk pada asas praduga tak bersalah.
Data hasil penjaringan otomatis pun berpotensi bergeser meski periode pengambilan sama, karena sifatnya yang bergulir dengan batas maksimal 15 artikel terbaru per tokoh. Selain itu perlu memperhatikan tokoh dengan nama pasaran, sehingga bisa jadi jumlah mention adalah jumlah mention nama kebetulan sama yang di dalamnya terdapat rujukan ke orang lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!