Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Integrasi Data, Kemenag Catat Jumlah Santri Capai 4,6 Juta Orang

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Integrasi Data, Kemenag Catat Jumlah Santri Capai 4,6 Juta Orang Doc: antara foto
Ket. Santriwati tengah belajar.

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mencatat setelah melakukan pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional, hingga saat ini jumlah santri mencapai sebanyak 4,634 juta orang. Jumlah tersebut telah terverifikasi secara by name by address (BNBA).

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/10), mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan yang masih berlangsung, sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri nasional.

Jumlah peserta didik tersebut berasal dari satuan pendidikan di pesantren, selain madrasah diniyah takmiliyah (MDT) dan lembaga pendidikan Al Quran (LPQ).

"Data yang sedang kita bangun adalah data BNBA. Jadi, prosesnya memang membutuhkan waktu karena setiap data santri harus diverifikasi berdasarkan identitas, alamat, dan status keaktifannya," ujarnya.

Kemenag saat ini tengah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara bertahap untuk memastikan setiap santri dan satuan pendidikan pesantren tercatat secara akurat, faktual, dan tidak mengalami duplikasi.

Verifikasi juga penting untuk memotret update data dan jumlah santri saat ini, sehingga bisa diketahui perkembangannya secara berkala. Menurut Basnang, perubahan angka statistik santri yang muncul dalam berbagai publikasi perlu dipahami dalam konteks transformasi sistem pendataan yang sedang dilakukan Kemenag.

Pendataan saat ini tidak lagi semata-mata mengandalkan angka agregat, tetapi diarahkan pada data individu yang dapat diverifikasi berdasarkan identitas dan keberadaan faktual santri.

"Karena proses ini masih berjalan, angka yang ada saat ini belum dapat dibaca sebagai angka final jumlah santri nasional," ujar Basnang.

Berdasarkan cut-off data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenag per Minggu ini, sebanyak 4.634.406 santri telah terhimpun dan terverifikasi dalam proses pendataan tersebut. Data ini akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya proses verifikasi dan konsolidasi di lapangan.

"Setelah dilakukan verifikasi, data santri yang terverifikasi, bahkan sudah mencapai 4,634 juta, bukan 1,7 juta sebagaimana banyak diberitakan. Data ini masih akan terus bergerak karena proses verifikasi juga dilakukan secara berkelanjutan," kata Basnang.

Menurut Basnang, proses pemutakhiran ini merupakan bagian dari upaya Kemenag membangun satu data pesantren dan santri yang lebih akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam proses tersebut, Kemenag juga melakukan pembersihan terhadap potensi duplikasi yang terdapat dalam data agregat sebelumnya.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Kemenag terus melakukan konsolidasi internal antara data pesantren dan madrasah, memfasilitasi Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional (NPSN) bagi pesantren salafiyah dan satuan pendidikan nonformal, serta mematangkan sinkronisasi data dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pemutakhiran data BNBA juga menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai kebijakan dan program pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Luar Negeri
Sudah Terusir dari Rumah, P...

Putin Sebut Barat Sengaja Bikin 'Tirai Besi'

48 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Putin Sebut Barat Sengaja B...
Luar Negeri
Ethiopia Memanas Lagi, Bant...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.