Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sel yang Kehilangan Kromosom Y Menjadi Petunjuk Terjadinya Kanker

📅 Kamis, 01 Okt 2026, 07:27 WIB | Oleh:

“Studi kami menunjukkan adanya hubungan antara kehilangan kromosom Y dan perkembangan kanker, tetapi penelitian ini sendiri tidak membuktikan hubungan sebab-akibat,” ujar Theodorescu.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, diperlukan eksperimen yang secara langsung mengubah keberadaan kromosom Y pada sel. Jika kehilangan kromosom Y sengaja dibuat pada sel dan kemudian meningkatkan kecenderungan sel tersebut menjadi kanker, hal itu akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai kemungkinan peran penyebab. Sebaliknya, jika kehilangan tersebut dicegah dan pembentukan kanker berkurang, hubungan kausal juga akan semakin kuat.

Hubungannya dengan Penuaan

Kehilangan kromosom Y sebenarnya bukan fenomena baru dalam biologi manusia. Sejumlah studi sebelumnya menunjukkan bahwa kehilangan kromosom Y pada sel darah menjadi semakin umum seiring bertambahnya usia pria. Kondisi tersebut juga telah dikaitkan dalam berbagai riset dengan sejumlah masalah kesehatan.

Dalam penelitian terbaru ini, usia yang lebih tua juga berhubungan dengan peningkatan kehilangan kromosom Y pada jaringan normal pria yang menderita kanker. Hubungan tersebut bahkan terlihat pada beberapa jaringan yang berada jauh dari tumor.

Namun, pola yang sama tidak ditemukan pada jaringan dari pria yang tidak mengalami kanker maupun pada jaringan tumor. Hal tersebut membuat hubungan antara penuaan, kehilangan kromosom Y, dan kanker menjadi lebih kompleks.

Jika kehilangan kromosom Y semata-mata merupakan akibat proses penuaan, peneliti mungkin mengharapkan pola yang lebih seragam pada jaringan pria yang lebih tua. Namun, riset ini menunjukkan adanya peningkatan yang lebih jelas pada jaringan normal di sekitar tumor. Meski demikian, hasil tersebut belum membuktikan bahwa kanker menyebabkan kehilangan kromosom Y ataupun sebaliknya. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

29 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.