Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Momentum Bebas Visa China Tak Disia-siakan, Kemenpar Siapkan Strategi Promosi Wisata

📅 Jumat, 23 Okt 2026, 08:45 WIB | Oleh:
Momentum Bebas Visa China Tak Disia-siakan, Kemenpar Siapkan Strategi Promosi Wisata Doc: Antara foto/Xinhua
Ket. Penampilan tarian tradisional Bali dalam acara promosi pariwisata bertajuk "Wonderful Indonesia Sales Mission in Guangzhou" yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, 25 Mei 2026.

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) terus memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar China untuk memanfaatkan peluang dari kebijakan bebas visa yang diterapkan oleh negara tersebut bagi warga negara asing sejak Agustus 2026.

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menyampaikan bahwa upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan platform perjalanan digital terkemuka seperti Ctrip, Qunar dan Tuniu, maskapai penerbangan China Southern Airlines dan Xiamen Airlines, serta pelaku industri pariwisata, untuk mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

"Kemenpar terus memperkuat promosi di pasar Tiongkok," ujar Ni Luh kepada Xinhua pada Kamis (22/10).

Pemerintah Indonesia juga terus memperkuat kemudahan berwisata, salah satunya melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Antarnegara Indonesia-Chinayang mulai diberlakukan pada 30 April 2026.

Menurut sang wakil menteri, skema pemfasilitasan perjalanan yang diterapkan oleh pemerintah China yakni skema bebas visa regional bagi rombongan wisatawan dari negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, dapat mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Bagi Indonesia, Ni Luh memaparkan bahwa pergerakan dua arah yang makin aktif dapat mendorong penambahan rute dan frekuensi penerbangan langsung antara kedua negara, yang juga membuka peluang lebih besar bagi kunjungan wisatawan China ke Indonesia.

Mengutip data dari Amadeus, Kemenpar RI menunjukkan bahwa hingga Oktober 2026, terdapat kapasitas sekitar 1,9 juta kursi penerbangan langsung dari berbagai kota di China ke Indonesia.

" China adalah salah satu pasar utama kami. Pada Agustus 2026, wisatawan China menjadi penyumbang kunjungan terbesar ketiga dengan sekitar 162,6 ribu kunjungan, tumbuh sekitar 15,6 persen dibandingkan Agustus 2025," ungkap Ni Luh.

Ke depannya, Kemenpar RI mendorong perluasan promosi dan paket wisata yang lebih beragam, tidak hanya ke Bali, tetapi juga destinasi lain dengan potensi wisata bahari, alam, budaya, dan kebugaran (wellness).

"Kami berharap kolaborasi pemerintah dan industri kedua negara semakin mempermudah akses informasi dan perjalanan, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan China ke Indonesia," tambah Ni Luh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.