Indonesia Jadi Incaran Investasi Data Center, ESI Ingatkan Soal Listrik dan Energi Bersih
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim PenulisSebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menawarkan kepada investor untuk memanfaatkan pulau-pulau di Indonesia sebagai lokasi pembangunan pusat data.
"Bapak-ibu semua, tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia. Wilayah kami ini wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, pulau kami masih terlalu banyak," ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa (22/9).
Selain wilayah yang luas, Bahlil mengatakan Indonesia memiliki potensi energi yang besar untuk mendukung operasional pusat data, antara lain energi matahari, air, panas bumi, dan angin.
Ia juga menyebut biaya produksi listrik di Indonesia dapat lebih kompetitif dibandingkan negara lain serta menjanjikan kemudahan bagi investor.
"Kami akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi bapak-ibu semua," ucap Bahlil di hadapan peserta Electricity Connect 2026.
Bahlil juga memastikan tidak ada permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan listrik untuk pusat data, mengingat kepastian pasokan menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
Sementara itu, PT PLN (Persero) mencatat konsumsi energi 159 pelanggan pusat data yang dilayani perusahaan mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh).
"Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Sabtu.
Darmawan mengatakan pertumbuhan pusat data membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik, terutama dari sisi kapasitas, keandalan, kualitas daya, hingga pemanfaatan energi bersih.
Kondisi tersebut mendorong PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.
Darmawan menyampaikan PLN akan terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan sektor pusat data di Indonesia seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital.
"PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Darmawan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!