Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perjuangan yang Berbuah Manis, Dokter Ungkap Tantangan Anestesi Dalam Operasi Kembar Siam

📅 Selasa, 20 Okt 2026, 07:40 WIB | Oleh:
Perjuangan yang Berbuah Manis, Dokter Ungkap Tantangan Anestesi Dalam Operasi Kembar Siam Doc: Antara foto
Ket. Dokter anestesi anak RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr. Andi Ade Wijaya menyampaikan penjelasan saat konferensi pers terkait operasi pemisahan bayi kembar siam di RSCM Kiara, Jakarta, Senin (19/10).

JAKARTA - Sebanyak enam dokter anestesi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) terlibat dalam operasi pemisahan bayi kembar siam laki-laki yang menyatu pada bagian perut dan tulang panggul pada 15-16 September 2026.

Operasi tersebut dilakukan terhadap bayi berinisial NA 1 dan NA 2 yang berbagi sejumlah bagian tubuh, termasuk sebagian jaringan hati, pembuluh vena porta, usus besar, saluran kencing, dan tulang panggul. Tindakan pemisahan berlangsung selama puluhan jam karena tim medis harus menangani bagian tubuh yang menyatu sekaligus memastikan kondisi kedua bayi tetap stabil.

Dokter spesialis anestesi konsultan anestesi anak RSCM Dr. dr. Andi Ade Wijaya, Sp.An-KAP, mengatakan operasi tersebut memiliki tantangan berupa risiko perdarahan, kehilangan cairan, serta perubahan posisi pasien selama tindakan berlangsung.

"Tim Merah tiga orang, Tim Biru tiga orang, jadi ada enam orang total anestesi," kata Andi dalam konferensi pers pemisahan kembar siam tersebut di RSCM Kiara, Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, tim anestesi dibagi menjadi dua kelompok yang bekerja untuk memastikan kondisi pasien tetap terjaga selama tindakan. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap tanda-tanda vital dan keluaran urine.

Menurut Andi, perubahan posisi menjadi salah satu tantangan karena bentuk tubuh kedua bayi yang menyatu membuat proses tersebut lebih sulit, terlebih saat pasien dalam kondisi terbius dan berbagai peralatan medis masih terpasang.

Ia mengatakan operasi anak pada umumnya berlangsung sekitar empat hingga enam jam, sedangkan operasi pemisahan kembar siam tersebut berlangsung lebih dari 24 jam. Operasi pada salah satu bayi bahkan mencapai 29 jam.

"Yang paling berat adalah menjaga supaya bayi ini tetap bertahan hidup selama tindakan dikerjakan," ujar Andi.

Operasi tersebut juga melibatkan dokter spesialis bedah anak, bedah plastik, ortopedi, dan urologi untuk memisahkan bagian tubuh yang menyatu serta menangani rekonstruksi setelah pemisahan.

Setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari satu bulan di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU), kedua bayi kini berada dalam kondisi stabil dan telah dipindahkan ke ruang perawatan biasa pada 19 Oktober.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Ada Demo di Monas dan Gedun...
Olahraga
Liga Champions: Liverpool W...
Daerah
BMKG: Cuaca di Pulau Jawa D...
Advertisement
Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

Jadwal Liga Champions: PSG Ditantang Barcelona, Bayern Muenchen Jamu Arsenal

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.