Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asian Games 2026: Bocah 11 Tahun asal Jepang Raih Emas, Kursi Tribun Kosong Jadi Sorotan

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh:

“Memang ada kesalahan dalam akomodasi dan transportasi karena berbagai alasan,” kata Murate.

“Bagaimanapun penyebabnya, AINAGOC bertanggung jawab menyediakan layanan tersebut dan saya dengan tulus meminta maaf atas kesalahan yang terjadi,” tambahnya.

Tiga Rekor Dunia Angkat Besi

Sementara itu, tiga rekor dunia kembali tercipta dalam cabang angkat besi. Dengan tambahan tersebut, total sudah 12 rekor dunia yang terpecahkan selama Asian Games berlangsung.

Korea Utara menjadi salah satu negara yang kembali menunjukkan dominasinya. Ri Won Ju meraih emas kelas 70 kilogram putra sekaligus memberikan medali emas kelima bagi negaranya dari tujuh nomor yang telah dipertandingkan.

Atlet Jepang, Masanori Miyamoto, sempat mencatatkan rekor dunia baru pada angkatan snatch dengan beban 154 kilogram.

Namun, ia harus puas dengan medali perak setelah Ri Won Ju mencatat rekor dunia 198 kilogram pada angkatan clean and jerk. Total angkatan Ri mencapai 349 kilogram, yang sekaligus menjadi rekor dunia baru.

Tuan rumah Jepang juga meraih emas dari nomor marathon putra. Ichitaka Yamashita melakukan serangan sekitar enam kilometer sebelum garis finis dan berhasil melepaskan diri dari rombongan terdepan.

Yamashita kemudian memasuki stadion atletik dan menyelesaikan lomba dengan waktu 2 jam 10 menit 49 detik.

Ia unggul 48 detik atas pelari India, Sawan Barwal, yang finis dengan catatan 2:11:37. Medali perunggu diraih wakil Tiongkok, Feng Peiyou, dengan waktu 2:12:13.

Pada marathon putri, Bahrain meraih emas melalui Shitaye Habte. Bagi atlet berusia 36 tahun itu, kemenangan tersebut menjadi pencapaian istimewa setelah sebelumnya meraih medali perak nomor 10.000 meter pada Asian Games Guangzhou 2010.

Ibu tiga anak tersebut menyelesaikan lomba dalam waktu 2 jam 27 menit 31 detik, mengungguli Ciren Cuomu dari Tiongkok dan pelari tuan rumah Jepang, Mikuni Yada.

“Mungkin sudah waktunya berhenti,” kata Habte. “Saya berusia 36 tahun. Namun, target saya untuk kompetisi terakhir adalah Kejuaraan Dunia 2027.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkab Bekasi Bentuk TP2D A...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.