Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 00:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra“Ketika atlet melakukan check-in dan mengetahui nama mereka tidak ada dalam daftar, mereka harus ditempatkan di tempat lain. Ketika atlet baru datang, atlet sebelumnya harus keluar dan mencari hotel lain,” kata Chalitrat. “Ini seperti permainan kursi musik.”
Keluhan tidak hanya disampaikan secara internal. Sejumlah atlet juga mengungkapkan pengalaman mereka melalui media sosial, termasuk mengenai kondisi makanan.
Lebih dari 4.000 orang disebut menginap di kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Nagoya. Sekitar 2.000 peserta lainnya ditempatkan di kabin kayu yang oleh panitia disebut sebagai “villas”.
“Kami menyelesaikan masalah ini dengan mencari sendiri akomodasi pengganti,” ujar Chalitrat.
Keterbatasan akomodasi juga memaksa Thailand menempatkan sebagian staf mereka jauh dari pusat penyelenggaraan di Nagoya.
“Tim medis kami harus tinggal sekitar satu jam 30 menit dari Nagoya,” kata Chalitrat. Thailand bahkan terpaksa menyewa kendaraan tambahan dari Tokyo agar tim medis dapat melakukan perjalanan untuk memberikan pelayanan kepada para atlet. “Ini sangat kacau,” ujarnya.
Bagi kontingen, persoalan tersebut bukan sekadar masalah kenyamanan. Jarak tempuh yang panjang dan ketidakpastian transportasi dapat memengaruhi persiapan atlet sebelum menjalani pertandingan.
Korea Selatan juga secara konsisten menyuarakan kritik terhadap penyelenggaraan Asian Games.
Menurut laporan kantor berita Yonhap, pihak Korea Selatan menilai berbagai persoalan tersebut mulai memengaruhi performa atlet.
Presiden Korean Sport and Olympic Committee, Ryu Seung-min, bahkan memberikan penilaian tegas terhadap panitia.
“Jika saya harus memberikan nilai, saya akan memberikan F,” kata Ryu.
Ia juga menuduh panitia lokal terlalu banyak memberikan alasan untuk menjelaskan berbagai persoalan yang terjadi.
Kritik tersebut menambah tekanan kepada panitia yang sejak awal menghadapi tantangan besar dalam mengatur akomodasi dan transportasi bagi ribuan peserta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!