Kontingen Korea Selatan Kecam Panitia Asian Games soal Masalah Logistik
📅 Rabu, 23 Sep 2026, 00:08 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraBeberapa jam sebelum pertandingan final melawan Jepang, tim terpaksa membatalkan sesi latihan karena bus antar-jemput yang seharusnya membawa mereka tidak datang.
Lee mengatakan situasi tersebut membuat para pemain merasa sangat tidak nyaman, terlebih pertandingan tersebut merupakan final dan lawan mereka adalah Jepang, negara tuan rumah.
"Situasi itu tentu sangat mengganggu para pemain. Karena pertandingan tersebut merupakan final yang sangat penting, dan terlebih mereka menghadapi Jepang, negara tuan rumah, situasi tersebut menjadi jauh lebih signifikan," katanya.
Persoalan transportasi juga dilaporkan memengaruhi atlet Korea Selatan dari cabang olahraga lainnya, termasuk tim sepak bola putra yang berstatus juara bertahan Asian Games.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lee menilai berbagai persoalan tersebut tidak terlepas dari kebijakan penghematan biaya yang diterapkan penyelenggara.
"Dengan memberikan penekanan lebih besar pada prioritas-prioritas tersebut, saya kira Asian Games Aichi-Nagoya mengalami sejumlah kekurangan dalam hal administrasi," ujar Lee.
Kekecewaan Korea Selatan tidak hanya terkait akomodasi dan transportasi.
Tim hoki putra Korea Selatan juga mengalami insiden ketika lagu kebangsaan Korea Utara diputar, bukan lagu kebangsaan Korea Selatan, sebelum pertandingan melawan Bangladesh.
Korea Selatan kemudian memenangkan pertandingan tersebut dengan skor telak 5-0.
Lee menilai kesalahan pemutaran lagu kebangsaan tersebut memberikan dampak negatif yang cukup besar kepada para pemain. Ia mengonfirmasi bahwa pejabat penyelenggara telah mendatangi tim untuk menyampaikan permintaan maaf.
Wakil Sekretaris Jenderal Asian Games Aichi-Nagoya, Takaaki Omi, mengakui insiden lagu kebangsaan tersebut sebagai kesalahan serius.
Namun, Omi mengatakan secara umum sistem akomodasi dan transportasi Asian Games masih berjalan dengan baik.
Mengenai bus yang tidak datang untuk menjemput tim bola basket Korea Selatan, Omi menyebutnya sebagai kesalahan manusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!