Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ITS Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Risiko Jebolnya Tanggul Lumpur Sidoarjo

📅 Selasa, 22 Sep 2026, 15:41 WIB | Oleh:
ITS Kembangkan AI untuk Deteksi Dini Risiko Jebolnya Tanggul Lumpur Sidoarjo Doc: Istimewa
Ket. Sidoarjo Disaster Assessment AI (SIDA-AI). menggabungkan citra drone, sensor Internet of Things (IoT), serta data prakiraan cuaca untuk memantau kondisi tanggul dan lingkungan di sekitarnya secara real time.

SURABAYA – Dua dekade setelah semburan lumpur panas terjadi di Porong, Sidoarjo, kondisi tanggul penahan lumpur masih membutuhkan pemantauan secara rutin. Untuk membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan Sidoarjo Disaster Assessment AI (SIDA-AI).

Sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) ini menggabungkan citra drone atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV), sensor Internet of Things (IoT), serta data prakiraan cuaca untuk memantau kondisi tanggul dan lingkungan di sekitarnya secara real time.

Tim pengembang SIDA-AI, Kurnia Cahya Febryanto, mengatakan kondisi penurunan tanah menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), penurunan muka tanah di titik paling rentan mencapai rata-rata 0,5 meter per tahun.

Sementara di sepanjang tanggul yang memiliki panjang sekitar 11 kilometer, laju penurunan tanah berkisar 20 hingga 50 sentimeter per tahun.

“Risiko diperparah dengan kapasitas alir Kali Porong yang mengalami penyempitan akibat sedimentasi sungai,” ujar Kurnia.

Menurut Kurnia, pemantauan yang hanya dilakukan secara berkala juga memiliki keterbatasan. Perubahan yang terjadi secara perlahan bisa saja tidak langsung terlihat saat pemeriksaan.

Misalnya, jarak bebas antara permukaan air dan puncak tanggul semakin menipis, muka air masih terlihat normal, tetapi pada saat yang sama terdapat prakiraan hujan lebat. Jika kondisi tersebut terjadi bersamaan, risiko terhadap tanggul dapat meningkat.

“Gabungan dari kondisi-kondisi tersebut membuatnya semakin berbahaya,” kata mahasiswa program doktoral Departemen Teknik Informatika ITS tersebut.

Gabungkan Data Drone dan Sensor

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, SIDA-AI dikembangkan dengan pendekatan agentic AI, yakni AI yang dapat mengolah berbagai informasi dan membantu menentukan tindakan berdasarkan kondisi yang terdeteksi.

Kurnia menjelaskan, sistem tersebut menggabungkan data dari berbagai sumber sehingga kondisi fisik tanggul dapat dibandingkan dengan faktor lingkungan yang memengaruhi tingkat risikonya.

Pengembang perangkat keras SIDA-AI, Irfan Mirda, mengatakan sistem ini memiliki dua lapisan utama. Lapisan pertama disebut lapisan persepsi, yang bertugas mengolah data hasil pemantauan.

Melalui citra drone, lapisan tersebut dapat mendeteksi kondisi fisik tanggul, seperti retakan, rembesan, dan tingkat kejenuhan tanah.

Selain itu, sistem juga menghitung sisa freeboard, yaitu jarak aman antara permukaan air dan bagian atas tanggul. Penurunan muka tanah juga dihitung menggunakan metode Digital Elevation Model (DEM) differencing dari citra drone yang diambil pada waktu berbeda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
KBRI Ungkap Puluhan WNI ber...

Mendulang emas di Sungai Mahakam

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...

Produksi ikan kering di Maumere turun

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.