Tenguyun Fest 2026 di Bulungan Hadirkan 30 UMKM, Budaya dan Olahraga Tradisional
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 00:45 WIB | Oleh: Tim PenulisTanjung Selor - Bupati Bulungan Syarwani mengatakan Tenguyun Fest 2026 menjadi ajang untuk melestarikan budaya daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Festival tahun ini tidak hanya menyajikan kemeriahan hiburan semata, tetapi juga melibatkan 30 pengusaha UMKM lokal,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (19/9).
Tenguyun Fest 2026 yang berlangsung pada 17-20 September di Kampus Universitas Kaltara tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (DKOP) dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bulungan.
Menurut Syarwani, festival tersebut juga dihadiri induk organisasi olahraga (inorga) serta pegiat olahraga dari 10 kecamatan di Kabupaten Bulungan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah untuk memperkuat interaksi masyarakat melalui olahraga dan kebudayaan.
Ia mengatakan Tenguyun Fest merupakan wadah multipihak untuk menjaga identitas daerah sekaligus menjadi salah satu instrumen dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tenguyun Fest menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal, sekaligus membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk menggerakkan ekonomi kreatif di Bulungan,” katanya.
Syarwani berharap integrasi olahraga tradisional, kebudayaan, dan UMKM dalam satu rangkaian festival dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat serta mendorong pengembangan produk lokal unggulan.
“Jadikan ini kekuatan bersama dalam rangka untuk kita mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga tradisional khususnya di Kabupaten Bulungan sebagai bagian daripada ikhtiar kita untuk melestarikan budaya di Bulungan,” kata Syarwani.
Sementara itu, Ketua KORMI Bulungan Adymas Putro Utomo mengatakan keterlibatan berbagai inorga dalam festival tersebut bertujuan membangkitkan kembali minat masyarakat terhadap olahraga tradisional.
Menurut dia, Tenguyun Fest 2026 mengangkat tema “Tradisi Tanpa Batas, Populer Tanpa Kehilangan Identitas” dan diikuti 712 pegiat dari berbagai inorga olahraga tradisional.
Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membudayakan olahraga rekreasi di tengah masyarakat modern sekaligus mempererat silaturahmi antarkomunitas.
“Ajang ini tidak sekadar mempererat silaturahmi antarpegiat olahraga tradisional, tetapi juga menjadi fondasi untuk menjaring potensi pegiat rekreasi daerah yang siap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Adymas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!