Seraf Naro dan Perjuangan Satu Setengah Bulan Menuju Perunggu
📅 Minggu, 20 Sep 2026, 15:39 WIB | Oleh: Sujar"Ini memang pengalaman yang cukup baru bagi saya. Sebenarnya ini bukan nomor utama saya, jadi sempat ada keraguan sebelum pertandingan. Tetapi saya mendapat dukungan dari keluarga dan para pelatih sehingga cukup yakin untuk tampil maksimal," ujar Naro.
Tantangan lain muncul karena Naro mendapat giliran tampil sebagai atlet pertama. Menurut dia, tampil lebih awal memberikan tekanan tersendiri karena penampilannya dapat menjadi tolok ukur bagi atlet yang tampil setelahnya.
"Untuk nervous pasti semua atlet mengalaminya. Main pertama itu memang tidak mudah karena kita merasa menjadi bahan tolok ukur. Puji Tuhan saya bisa mengontrolnya cukup baik," kata Naro.
Ia kemudian menjalankan rangkaian gerakannya dengan baik dan mengumpulkan skor 9,720 poin untuk menempati posisi ketiga dari 21 atlet. Ia memperoleh nilai 5,00 untuk kualitas gerakan, 2,720 untuk performa keseluruhan, dan 2,00 untuk tingkat kesulitan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasil tersebut sempat menempatkannya di posisi teratas sebelum dua atlet Makau menggeser posisinya. Kuong Chi Hin meraih emas dengan 9,723 poin, sedangkan Song Chi Kuan mendapatkan perak dengan 9,720 poin.
Persaingan ketat dengan selisih nilai yang sangat tipis membuat Naro merasa lega sekaligus bangga dapat menyumbangkan medali untuk Indonesia.
"Saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia. Persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat dan penilaiannya juga sangat dekat," ujar Naro.
Sebaiknya Anda baca juga:
Medali perunggu tersebut menjadi medali kedua Naro di Asian Games. Sebelumnya, ia juga meraih perunggu pada Asian Games Hangzhou 2022 dari nomor kombinasi daoshu dan gunshu putra.
Medali tersebut juga menambah koleksi prestasinya setelah meraih medali perak pada The World Games 2025 di Chengdu, China, dari nomor kombinasi changquan-daoshu-gunshu putra.
Bagi Naro, pencapaian di Aichi-Nagoya memiliki arti khusus karena Asian Games merupakan salah satu ajang terbesar yang menjadi impian atlet.
"Ini buat saya segalanya karena pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet. Jadi atlet mana pun untuk berkompetisi di sini saja sudah banyak yang bermimpi, apalagi dapat medali," kata Naro.
Ia menegaskan medali tersebut tidak diraihnya seorang diri, melainkan berkat dukungan keluarga dan seluruh tim yang telah mendampinginya sejak awal karier.
"Ini bukan karena kekuatan saya sendiri, tetapi karena kalian semua yang memberikan saya kekuatan sehingga saya berani maju dan tampil yang terbaik untuk Indonesia," ujar Naro.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!