Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasokan Beras Dijamin Aman, Bulog Siapkan Senjata Pamungkas Hadapi Akhir Tahun 2026

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Pasokan Beras Dijamin Aman, Bulog Siapkan Senjata Pamungkas Hadapi Akhir Tahun 2026 Doc: ANTARA/HO-Bulog
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) menyerahkan bantuan pangan beras kepada penerima manfaat.

JAKARTA - Perum Bulog mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah, yakni penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras, guna memitigasi lonjakan harga dan memastikan keterjangkauan pangan di seluruh Indonesia. 

"Kami terus mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah dalam pengendalian harga beras, yakni penyaluran beras SPHP serta bantuan pangan beras untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (17/9.

Dia menyampaikan dengan dukungan stok yang kuat dan jaringan pergudangan nasional, kedua program tersebut digerakkan secara masif dari Sabang sampai Merauke sebagai bagian dari langkah pemerintah menjaga stabilitas pangan di seluruh Indonesia.

"Beras SPHP dan bantuan pangan bergerak melalui dua jalur yang saling melengkapi," ujarnya.

Ia menuturkan program SPHP memperkuat pasokan beras di tingkat konsumen melalui berbagai saluran distribusi, sementara bantuan pangan langsung menjangkau masyarakat penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Dengan pola tersebut, stok cadangan beras pemerintah (CBP) tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi terus digerakkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan sekaligus mendukung upaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.

Dia menyebutkan jika seluruh target dan alokasi tersebut dihitung untuk tahun 2026 beras SPHP 828 ribu ton kemudian tambahan SPHP 1 juta ton, kemudian bantuan pangan periode Februari-Maret, Juli-September dan Oktober-Desember, maka skala penugasan pemerintah melalui CBP pada 2026 mendekati 4,5 juta ton.

Besarnya volume tersebut menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar, sekaligus menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat di berbagai penjuru Indonesia.

Skala penugasan pada 2026 menjadi semakin besar. Target awal penyaluran SPHP ditetapkan 828 ribu ton, sementara bantuan pangan periode Februari-Maret memiliki pagu 664.888 ton dan periode Juli-September mencapai 997.332 ton.

"Penambahan SPHP 1 Juta ton dan bantuan pangan Oktober, November dan Desember yang diperkirakan kembali mencapai sekitar 997 ribu ton, menjadi penggunaan CBP lebih tinggi dibandingkan tahun-tahum sebelumnya," ujarnya pula.

Rizal menegaskan pihaknya siap menjalankan penugasan tersebut dengan ditopang stok beras yang kuat dan tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia mencapai sekitar 4,6 juta ton.

"Kami siap mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga beras. Dengan stok sekitar 4,6 juta ton, kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat," katanya.

Bulog mencatat hingga 16 September, realisasi SPHP telah mencapai 799.593 ton atau 96,57 persen dari target 828 ribu ton. Sedangkan bantuan pangan Februari-Maret sekitar 662.867 ton, dan bantuan pangan Juli-September sekitar 618.581 ton.

"Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton beras telah disalurkan melalui tiga penugasan tersebut,” kata Rizal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
PETI Kembali Dibuka di Goro...
Ekonomi
Penerapan Kenaikan Tarif An...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.