Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Kerahkan 60.000 Personel untuk Atasi Karhutla, Ini Langkah yang Disiapkan

📅 Selasa, 13 Okt 2026, 04:53 WIB | Oleh:
Pemerintah Kerahkan 60.000 Personel untuk Atasi Karhutla, Ini Langkah yang Disiapkan Doc: Antara foto/HO-BPMI Sekretariat Presiden
Ket. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (12/10).

JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengemukakan sebanyak 60.000 lebih personel gabungan dari sejumlah instansi dikerahkan untuk mendukung operasi darat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah, khususnya di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

Teddy Indra Wijaya di Jakarta, Senin (12/10) malam, menjelaskan laporan mengenai jumlah personel dan situasi terbaru penanggulangan karhutla diterima oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.

Laporan yang disampaikan kepada Presiden itu, di antaranya pemadaman masih berlangsung di lahan dengan luas total 639 hektare di enam provinsi, khususnya di Kalimantan dan Sumatera.

“Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” kata Seskab Teddy menyampaikan isi rapat terkait karhutla di Istana.

Seskab Teddy menyampaikan operasi darat untuk pemadaman saat ini telah didukung sebanyak 60.177 personel gabungan dari pemadam kebakaran (Damkar), TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, Dinas Kehutanan di daerah, dan relawan.

Teddy menyebut tingkat keberhasilan operasi pemadaman di darat itu rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.

Tidak hanya operasi darat, Teddy mengatakan operasi pemadaman via udara juga dilakukan, yaitu melalui water bombing dengan bantuan helikopter dan pesawat.

“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” kata Seskab Teddy.

Kondisi saat ini, kata Teddy, situasi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Oleh karena itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Dalam rapat yang sama, Seskab menyampaikan Presiden Prabowo memberikan sejumlah arahan kepada para peserta rapat. “Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Seskab Teddy.

Rapat terbatas yang secara khusus membahas karhutla di Istana, diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Selain itu, Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam (Dirjen KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, yang merupakan calon kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Dari sambungan video-conference, rapat itu juga diikuti oleh Kepala BNPB, serta sejumlah panglima daerah militer (Pangdam), Kapolda, dan gubernur di wilayah-wilayah terjadinya karhutla.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Kabut Asap Kebakaran Hutan ...

Waduk Wonorejo Alami Penyusutan Air

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Waduk Wonorejo Alami Penyus...
Daerah
Semarak Peringatan Hari Mus...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.