Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 08:02 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pelemahan karena meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong investor lebih berhati-hati dan cenderung mencari aset safe haven.
Di sisi lain, pasar masih menunggu sejumlah indikator penting ekonomi AS, mulai dari ISM Services PMI, data ketenagakerjaan mingguan, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), hingga sentimen konsumen University of Michigan.
Rangkaian data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed dan pergerakan dollar AS, sehingga volatilitas rupiah diperkirakan tetap tinggi.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (6/10), bergerak fluktuatif di kisaran 17.910 - 17.960 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Senin (5/10), melemah 35 poin atau 0,20 persen dari akhir pekan lalu menjadi 17.917 rupiah per dollar AS.
“Pelemahan rupiah dipengaruhi konflik antara Ansarullah Yaman dengan Arab Saudi,” ujar Ibrahim.
Dia menambahkan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung Arab Saudi menyatakan akan meluncurkan operasi militer besar-besaran untuk merebut kembali seluruh wilayah negara yang dikuasai oleh kelompok tersebut.
Sebelumnya, kelompok Ansarullah di Yaman telah meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke fasilitas Saudi Aramco di Riyadh dan wilayah Khurais, sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!