Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tailan Tuding Kamboja Cari Simpati di Forum Internasional

25 Rabu, 16 Sep 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tailan Tuding Kamboja Cari Simpati di Forum Internasional Tailan Tuding Kamboja Cari Simpati di Forum Internasional Doc: AFP/THE STRAITS TIMES/GAVIN FOO
Ket. Menlu kamboja, Prak Sokhonn (tengah) saat tiba di Pengadilan Arbitrase Permanen di Singapura pada Selasa (15/9). Di forum pengadilan internasional itu, Tailan menuding Kamboja berupaya cari simpati dengan pura-pura menjadi korban dalam sengketa untuk memperebutkan sumber daya maritim.

SINGAPURA - Tailan pada Selasa (15/9) menuduh Kamboja berupaya cari simpati di forum internasional dengan pura-pura menjadi korban (playing the victim) dalam sengketa untuk memperebutkan sumber daya maritim. Tudingkan itu dilontarkan saat kedua negara bertetangga di Asia tenggara itu membawa perselisihan mereka ke mediator internasional setahun setelah bentrokan mematikan di perbatasan darat mereka.

Kamboja, yang memulai kasus ini di hadapan Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA) di Singapura, mengatakan pihaknya berharap sidang tersebut akan menghasilkan resolusi damai bagi kedua negara.

Pada Mei tahun ini, Tailan secara sepihak menarik diri dari perjanjian kerangka kerja bilateral yang bertujuan untuk menyelesaikan klaim perbatasan maritim yang tumpang tindih, tetapi membantah adanya kaitan dengan sengketa daratan mereka.

Kamboja kemudian memulai proses mediasi yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di PCA, dengan menyatakan harapannya untuk kembali ke negosiasi yang konstruktif.

Saat memaparkan kasus Bangkok di hadapan panel yang terdiri dari lima pakar hukum internasional, Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow mengatakan Kamboja berupaya untuk memfitnah Tailan melalui narasi palsu, distorsi fakta, dan tuduhan yang tidak berdasar, termasuk di forum internasional.

"Hal ini dilakukan dengan berpura-pura menjadi korban dengan rasa kebenaran diri yang bertujuan untuk mengklaim keunggulan moral," kata Menlu Sihasak.

Bentrokan antara Tailan dan Kamboja pada Juli dan Desember tahun lalu tercatat telah menewaskan puluhan orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi sebelum gencatan senjata disepakati.

Tailan menyatakan telah menarik diri dari perjanjian kerangka kerja bilateral yang disebut "MoU 44" karena tidak ada kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaannya. Perdana Menteri Tailand, Anutin Charnvirakul, membantah bahwa langkah tersebut terkait dengan pertempuran.

Nota kesepahaman tahun 2001 itu mencakup wilayah maritim yang kaya sumber daya seluas sekitar 27.000 kilometer persegi yang diklaim oleh Kamboja dan Tailan.

Bangun Kembali Kepercayaan

Kamboja mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah menempuh jalur konsiliasi setelah Tailan secara sepihak mengakhiri kerangka kerja bilateral yang telah disepakati di mana kedua negara telah menegosiasikan klaim maritim mereka yang tumpang tindih selama lebih dari dua dekade.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, mengatakan pada Juni lalu bahwa langkah tersebut juga untuk melindungi kedaulatan dan hak maritim Kamboja sesuai dengan hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Kamboja, Prak Sokhonn, mengatakan kepada panel PCA pada Selasa bahwa Phnom Penh melihat proses tersebut sebagai cara untuk membangun kembali kepercayaan, bukan sebagai bentuk eskalasi.

Tujuan Kamboja adalah untuk menyepakati dengan Tailan tentang batas maritim tunggal untuk semua keperluan, atau alternatifnya menyepakati untuk bersama-sama mengembangkan dan berbagi sumber daya secara adil sampai batas tersebut ditetapkan, kata dia.

"Tujuan utama kami adalah mencapai resolusi yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara dan berkontribusi pada perdamaian, kerja sama, dan kemakmuran bersama di kawasan ini," kata Menlu Prak Sokhonn.

"Kamboja sangat berharap Tailan akan terlibat secara konstruktif dalam proses ini," imbuh dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Wapang TNI Tinjau Perbatasa...
Nasional
Kabar Duka, Mantan Panglima...

Pelatda Cabang Olahraga Petanque Kota Bogor

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Olahraga
Pelatda Cabang Olahraga Pet...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.