Karawo Gorontalo, Kain Ikat Tradisional yang Dibuat Sepenuhnya dengan Tangan.
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 12:26 WIB | Oleh: Yebdi TrismarMenurut Erawati, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sejumlah tahapan karawo ikat masih sulit digantikan oleh mesin, mulai dari mengiris serat, menentukan bagian yang dicabut, hingga mengikat benang satu per satu.
Ia kemudian mengembangkan produk lain, salah satunya sapu tangan karawo yang kini dikirim ke Jepang dan mendapat permintaan di sana. Di negara itu, sapu tangan tersebut antara lain digunakan untuk membungkus koin dan hadiah.
Erawati mengatakan pasar yang lebih luas tidak berarti karawo harus semakin mahal. Ia tetap ingin karawo digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo. Menurutnya, semakin banyak karawo digunakan, semakin besar peluang perajin untuk terus bekerja.
Mencari generasi perajin berikutnya
Di balik peluang tersebut, Erawati menghadapi persoalan lain: regenerasi.
Empat perajin yang bekerja bersamanya sebagian besar sudah berusia lanjut. Ketika mereka tidak lagi mampu membuat karawo, belum tentu ada perajin baru yang siap meneruskan pekerjaan tersebut.
Karena itu, Erawati mulai mengenalkan karawo kepada anak-anak di sekolah tempatnya mengajar, SDN 4 Suwawa Tengah.
Siswa kelas 4, 5, dan 6 diperkenalkan pada proses mengiris kain hingga menyulam. Sementara itu, siswa kelas lainnya belajar mengenal motif dan membuat produk sederhana seperti gantungan kunci dan hiasan.
Menurut Erawati, anak-anak tidak harus langsung menjadi perajin. Yang penting, mereka mengenal bagaimana karawo dibuat.
Dalam praktik itu, mereka belajar bahwa satu lubang tidak bisa dikerjakan terburu-buru. Kesalahan saat mengiris kain dapat memengaruhi hasil akhir, sementara ketidaktelitian pada satu bagian motif dapat merusak keseluruhan pekerjaan.
Bagi Erawati, pelestarian karawo tidak cukup dengan menyebutnya sebagai identitas Gorontalo. Harus ada orang yang masih mau membuatnya dan memahami proses di balik setiap kain.
Ia berharap pemerintah ikut mendorong penggunaan dan produksi karawo, antara lain dengan mengajak masyarakat Gorontalo menggunakannya secara berkala.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!