Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Isu Tsunami Selat Sunda Gegerkan Warga, BRIN Buka Suara Tegaskan Itu Hoaks

📅 Senin, 14 Sep 2026, 17:55 WIB | Oleh:
Isu Tsunami Selat Sunda Gegerkan Warga, BRIN Buka Suara Tegaskan Itu Hoaks Doc: ANTARA/Muhammad Bagus
Ket. Warga beraktivitas di bibir pantai saat ombak menerjang kawasan tersebut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghimbau masyarakat agar mewaspadai adanya gelombang tinggi yang terjadi di perairan Selat Sunda akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak memicu anomali gelombang maupun ancaman tsunami di kawasan Selat Sunda. 

"Hasil monitoring 24 jam, tidak ada tsunami ya dipastikan Bapak/Ibu. Jadi kalau ada informasi gelombang surut, gelombang tinggi itu dipastikan hoaks," kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Semeidi Husrin dalam diskusi kebencanaan yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (14/9).

Semeidi menyebutkan informasi tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan intensif melalui perangkat Inexpensive Device for Sea Level Measurement (IDSL) atau Perangkat Ukur Murah untuk Muka Air Laut (PUMMA) yang terpasang persis di kawasan Pulau Rakata.

Ia menjelaskan alat pendeteksi tsunami ciptaan BRIN berbasis anomali muka air laut dengan transmisi cepat tersebut telah terintegrasi secara langsung dengan sistem jaringan peringatan dini milik BMKG.

Semeidi menuturkan bahwa peningkatan aktivitas Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik pada awal September memang sempat memengaruhi operasional pemantauan.

Menurut dia, material vulkanik yang menutupi panel surya membuat alat kesulitan melakukan pengisian daya secara maksimal di siang hari, sehingga suplai baterai IDSL-PUMMA sempat mengalami penurunan.

Meski demikian, hasil pantauan yang didapat melalui perangkat tersebut tidak menunjukkan adanya ancaman gelombang tsunami akibat adanya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Untuk memperkuat sistem peringatan dini dari kendala alam seperti itu, BRIN mendorong kolaborasi antarlembaga untuk menghadirkan lebih banyak perangkat pemantau tambahan yang saling menguatkan.

"Oleh karena itu, diperlukan jumlah unit tambahan IDSL-PUMMA yang memadai. Jadi setidaknya diperlukan 6 unit di sana ya (Pulau Rakata), di setiap pulau yang mengelilingi," ujarnya.

Selain penambahan sensor muka air laut di Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Rakata, BRIN juga tengah memprioritaskan perbaikan kamera CCTV pengawas guna keperluan validasi visual lapangan.

Penyempurnaan infrastruktur kebencanaan dan pemeliharaan alat secara reguler diharapkan dapat semakin meningkatkan perlindungan preventif bagi kawasan pesisir di sekitar Banten dan Lampung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Nasional
55 Juta Warga Pantura Teran...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.