Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hingga Juli 2026, Pariwisata Indonesia Catatkan Pertumbuhan Positif dengan Resiliensi Tinggi

📅 Senin, 14 Sep 2026, 08:30 WIB | Oleh:
Hingga Juli 2026, Pariwisata Indonesia Catatkan Pertumbuhan Positif dengan Resiliensi Tinggi Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Sektor pariwisata Indonesia hingga Juli 2026 mencatatkan pertumbuhan positif dan daya tahan yang kuat di berbagai indikator utama pariwisata nasional yang tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, hingga tingkat okupansi hotel.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan berbagai capaian hingga saat ini memberikan alasan bagi kita untuk tetap optimistis di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian dan juga tantangan di dalam negeri sendiri.

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun pada saat yang sama, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan agar momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun,” kata Menpar.

Pertumbuhan positif ini mempertegas peran pariwisata dalam memberikan manfaat serta berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian di berbagai daerah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga Juli 2026 mencapai 8,98 juta kunjungan atau tumbuh 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, kunjungan wisatawan dari kawasan Asia lainnya tumbuh 8,69 persen, Asia Tenggara 7,32 persen, dan Oseania 7,26 persen.

Seiring membaiknya situasi di Timur Tengah, kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut juga kembali mencatat pertumbuhan positif. Sementara pasar Eropa, meskipun masih mengalami kontraksi, juga mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi pasar yang dilakukan Kementerian Pariwisata bersama berbagai pemangku kepentingan berjalan secara efektif.

Menpar Widiyanti mengatakan, pertumbuhan pariwisata memberikan dampak berganda terhadap perekonomian nasional. Pada Semester I 2026, devisa pariwisata berhasil menembus 8,43 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 145,13 triliun. Angka ini tumbuh 2,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 8,20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 134,68 triliun.

Capaian ini melanjutkan tren positif devisa pariwisata Indonesia. Pada triwulan II 2026 sendiri, devisa pariwisata mencapai 4,39 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 76,99 triliun. Relatif stabil dibandingkan triwulan II tahun sebelumnya.

"Artinya, di tengah dinamika geopolotik, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan ketahanan," kata Menpar.

Menpar menyampaikan bahwa setiap transaksi wisatawan, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga belanja produk UMKM turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Devisa yang masuk kemudian menggerakkan rantai ekonomi hingga ke masyarakat. Karena itu, pertumbuhan devisa semakin menguatkan arah pembangunan pariwisata berkualitas.

“Bagi kami, angka ini penting. Karena pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Menpar.

Menpar juga menyampaikan perhitungan Tourism Satellite Account yang disusun BPS mencatatkan kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp 1,139 triliun, meningkat dari Rp 1,057 triliun di tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut ditopang dari mobilitas wisatawan nusantara yang tetap tinggi, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, membaiknya konektivitas, serta semakin banyaknya penyelenggaraan event nasional dan internasional.

"Angka ini mencerminkan nilai ekonomi yang tercipta dari aktivitas wisata yang menggerakan usaha, membuka peluang kerja, dan memperluas manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah," tutur Menpar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Bendungan Ameroro pasok air...
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.