Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

📅 Senin, 14 Sep 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kebijakan tarif terbaru tersebut juga berjalan bersamaan dengan perubahan aturan perdagangan AS yang menetapkan harga impor minimum untuk sejumlah komponen dalam rantai pasok tenaga surya.

Harga minimum tersebut antara lain ditetapkan sebesar 21 dollar AS per kilogram untuk polisilikon mentah, 100 dollar AS per kilogram untuk ingot dan wafer, 0,22 dollar AS per watt untuk sel surya, serta 0,38 dollar AS per watt untuk modul.

Tunggu USITC

Meski Departemen Perdagangan AS telah menyelesaikan tahap investigasinya, penerapan tarif tersebut masih menunggu keputusan Komisi Perdagangan Internasional AS atau US International Trade Commission (USITC).

USITC dijadwalkan melakukan pemungutan suara pada 14 Oktober 2026 untuk menentukan apakah impor dari India, Indonesia, dan Laos benar-benar menyebabkan kerugian material atau mengancam industri manufaktur tenaga surya AS.

Jika USITC memberikan keputusan positif, Departemen Perdagangan AS dijadwalkan menerbitkan perintah bea masuk resmi pada 2 November 2026. Tarif tersebut kemudian akan diberlakukan melalui mekanisme deposit tunai.

Sebaliknya, apabila USITC menyimpulkan tidak terdapat kerugian material terhadap industri AS, proses perkara akan dihentikan dan deposit tunai yang sebelumnya dikumpulkan oleh US Customs and Border Protection akan dikembalikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Pelepasan Kontingen Merah P...
Daerah
PETI Kembali Dibuka di Goro...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.