Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa Itu 'Cloud Seeding', Teknologi untuk Memicu Hujan dari Awan? Kenali Disini!

1 Senin, 14 Sep 2026, 20:09 WIB | Oleh:

Bahan yang digunakan dalam penyemaian awan dapat berbeda-beda, tergantung jenis awan dan metode yang diterapkan.

Salah satu bahan yang umum dikenal adalah partikel higroskopis, seperti garam, yang dapat membantu proses pertumbuhan tetesan air pada awan hangat. Pada sistem awan yang melibatkan proses pembekuan, bahan tertentu juga dapat digunakan untuk membantu pembentukan kristal es.

Pemilihan bahan, jumlah, waktu, dan lokasi penyemaian tidak dilakukan sembarangan. Semua disesuaikan dengan analisis kondisi atmosfer dan tujuan operasi.

Mengapa tidak semua awan bisa dibuat hujan?

Ini bagian yang sering disalahpahami dari istilah "hujan buatan".

Tidak semua awan dapat disemai. Tim OMC harus mencari awan dengan kondisi yang mendukung, kemudian menentukan kapan dan di mana penyemaian dilakukan.

Keberadaan awan saja belum cukup. Kondisi suhu, kelembapan, angin, kandungan air, perkembangan awan, serta dinamika atmosfer juga perlu diperhitungkan.

Karena itu, OMC sangat bergantung pada data cuaca dan pemantauan atmosfer secara real time.

BNPB bahkan pernah menjelaskan bahwa OMC tidak dapat dilakukan ketika pertumbuhan awan hujan belum memadai. Artinya, ketika kondisi alam tidak mendukung, penyemaian tidak bisa dipaksakan.

Bagaimana cloud seeding digunakan untuk abu Anak Krakatau?

Dalam penanganan erupsi Gunung Anak Krakatau, BNPB menggunakan OMC sebagai salah satu upaya untuk membantu meluruhkan abu vulkanik yang masih berada di atmosfer.

Jika terdapat awan yang sesuai, tim dapat melakukan penyemaian untuk menstimulasi terjadinya hujan. Air hujan yang turun diharapkan membantu membawa partikel abu dari atmosfer ke permukaan sehingga konsentrasinya di udara dapat berkurang.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan OMC dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan. Hal ini penting karena sebaran abu vulkanik Anak Krakatau sebelumnya telah mengganggu sejumlah bandara.

Namun, apabila awan hujan tidak tumbuh dengan cukup, BNPB menyiapkan pendekatan lain berupa water mist. Teknik tersebut ditujukan untuk membantu mengurai partikel abu yang berbahaya di wilayah terdampak, termasuk DKI Jakarta, Banten, dan Lampung.

Di Indonesia, modifikasi cuaca telah digunakan dalam berbagai kebutuhan mitigasi bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Polandia Menegang, Tatanan ...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.