Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Grab for Business dan SAP Concur Integrasikan Pengelolaan Pengeluaran Perjalanan Bisnis

📅 Senin, 14 Sep 2026, 19:50 WIB | Oleh:
Grab for Business dan SAP Concur Integrasikan Pengelolaan Pengeluaran Perjalanan Bisnis Doc: Grab for Business
Ket. Kerja sama Grab for Business dengan SAP Concur. Layanan Grab for Business kini terintegrasi dengan Concur Expense untuk mengotomatisasi pencatatan transaksi perjalanan bisnis dan memangkas beban administrasi pengeluaran perusahaan.

SINGAPURA — Meningkatnya aktivitas perjalanan bisnis di Asia Tenggara mendorong perusahaan mencari cara yang lebih efisien untuk mengelola mobilitas sekaligus pengeluaran karyawan. Salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah pencatatan biaya perjalanan yang dilakukan melalui berbagai layanan dan sistem secara terpisah.

Grab for Business dan SAP Concur merespons persoalan tersebut melalui integrasi Grab for Business dengan Concur Expense. Integrasi ini memungkinkan transaksi perjalanan bisnis, pemesanan makanan, dan layanan pengantaran yang dilakukan melalui Work Profile di aplikasi Grab tersambung secara otomatis dengan sistem pengelolaan pengeluaran Concur Expense.

Dengan mekanisme tersebut, transaksi yang memenuhi syarat dapat tercatat secara otomatis sehingga karyawan tidak perlu memasukkan data pengeluaran secara manual. Bagi perusahaan, integrasi ini ditujukan untuk menyederhanakan proses pelaporan, meningkatkan visibilitas terhadap pengeluaran, serta membantu memastikan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan kebijakan perjalanan bisnis.

“Perjalanan bisnis memiliki peran penting dalam membantu perusahaan memperkuat hubungan dengan pelanggan, menjangkau pasar baru, sekaligus menjaga kelancaran operasional sehari-hari. Namun, masih banyak perusahaan yang mengelola perjalanan dan pengeluaran melalui sistem yang terpisah-pisah,” ujar Valerie Khoo, Regional Head of Grab for Business melalui siaran pers pada hari Senin (14/9).

Menurut Khoo, pemisahan sistem tersebut tidak hanya menambah pekerjaan administratif, tetapi juga membuat perusahaan kesulitan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengeluaran perjalanan bisnis.

“Bersama SAP Concur, kami dapat menghubungkan mobilitas bisnis dengan pengelolaan pengeluaran dalam satu proses yang lebih terintegrasi, sehingga perusahaan dapat mengotomatisasi pelaporan biaya sekaligus memperoleh visibilitas dan kontrol yang lebih baik atas pengeluaran perjalanan bisnis,” katanya.

Perjalanan Bisnis Asia Pasifik Tembus US$700 Miliar

Integrasi tersebut hadir ketika pasar perjalanan bisnis di Asia Pasifik terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data Global Business Travel Association (GBTA), kawasan Asia Pasifik diproyeksikan tetap menjadi pasar perjalanan bisnis terbesar di dunia pada 2026, dengan nilai pengeluaran perjalanan bisnis mencapai sekitar US$700,9 miliar.

Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan yang cukup kuat. Nilai perjalanan bisnis di Indonesia diproyeksikan tumbuh 12,6% pada tahun yang sama.

Pertumbuhan tersebut membuat perusahaan tidak hanya perlu memperhatikan mobilitas karyawan, tetapi juga cara mengelola biaya yang muncul selama perjalanan. Transportasi darat, konsumsi untuk kebutuhan bisnis, serta layanan pengantaran merupakan sejumlah pengeluaran yang dapat terjadi dengan frekuensi tinggi.

Ketika transaksi tersebut masih dikelola melalui sistem yang berbeda atau proses manual, perusahaan dan karyawan harus melakukan pekerjaan administratif tambahan. Kondisi itu juga dapat menyulitkan bagian keuangan dalam memperoleh data pengeluaran secara menyeluruh.

Kesenjangan antara Penggunaan dan Pengelolaan Ride-Hailing

Persoalan tersebut terlihat dalam riset Grab for Business bersama GBTA mengenai perjalanan bisnis di Asia Tenggara. Riset itu menunjukkan adanya kesenjangan antara penggunaan layanan mobilitas oleh pelaku perjalanan bisnis dan mekanisme resmi perusahaan dalam mengelolanya.

Sebanyak 95% pelaku perjalanan bisnis yang disurvei menggunakan layanan ride-hailing seperti Grab untuk perjalanan bisnis. Namun, hanya 58% perusahaan yang memiliki mekanisme khusus untuk mengelola penggunaan layanan tersebut dalam program perjalanan bisnis perusahaan.

Kesenjangan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi mobilitas oleh karyawan berkembang lebih cepat dibandingkan sistem administrasi perusahaan yang mengikutinya.

Masalah administrasi juga terlihat dari proses pengajuan biaya. Sebanyak 57% pelaku perjalanan bisnis menyatakan menunda pengajuan laporan pengeluaran atau klaim reimbursement, atau menganggap proses tersebut sebagai beban administratif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Mau Buka Selat Hormuz, Iran...

Warga Rusunawa Desak Pengusiran Dihentikan

2 jam lalu | Paundra Zakirulloh

Megapolitan
Warga Rusunawa Desak Pengus...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.