Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Oman Tunda Pertemuan Darurat Bahas Selat Hormuz

25 Senin, 14 Sep 2026, 19:35 WIB | Oleh:
Oman Tunda Pertemuan Darurat Bahas Selat Hormuz Oman Tunda Pertemuan Darurat Bahas Selat Hormuz Doc: AFP/Alexander Farnsworth

ISTANBUL - Oman mengumumkan penundaan pertemuan regional yang dijadwalkan Senin di Salalah untuk membahas pengaturan rute maritim baru melalui Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Oman, Minggu (13/9) malam mengatakan pertemuan itu ditunda hingga waktu yang belum ditentukan “untuk membantu menciptakan kondisi yang tepat bagi dialog konstruktif.”

“Demi kepentingan konsensus, pertemuan regional yang dijadwalkan besok di Salalah ditunda,” tulis Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di platform media sosial X.

“Kami tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan kami,” tambahnya.

Albusaidi menyertakan bendera Bahrain, Iran, Irak, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait dalam unggahannya, yang menunjukkan negara-negara yang diperkirakan menghadiri pertemuan tersebut.

Dia tidak mengumumkan tanggal baru pertemuan maupun menjelaskan lebih lanjut alasan penundaan.

Penundaan itu terjadi sehari setelah Bahrain menolak berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri regional yang diusulkan dan melibatkan Iran.

Kementerian Luar Negeri Bahrain pada Sabtu (12/9) mengatakan Manama tidak akan mengikuti pertemuan tingkat menteri bersama Iran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap laporan mengenai rencana pertemuan tingkat menteri terkait perkembangan di Selat Hormuz.

Bahrain merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran Iran dalam konfrontasi Iran dengan Amerika Serikat.

Teheran sebelumnya menargetkan lokasi yang disebutnya terkait dengan pasukan AS di Bahrain, termasuk Pangkalan Udara Isa, sebagai pembalasan atas serangan AS terhadap sasaran Iran.

Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei, Jumat (11/9) mengatakan Teheran akan menyelenggarakan pertemuan tersebut di Oman pada tingkat menteri luar negeri dengan melibatkan delapan negara yang berbatasan dengan Teluk.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Minggu (13/9) mengatakan kepada media berbahasa Arab yang berbasis di London, Al-Araby Al-Jadeed, bahwa “agenda utama, bahkan satu-satunya, pertemuan ini adalah rute maritim baru di Selat Hormuz.”

Dia mengatakan Iran dan Oman telah menyelesaikan kesepakatan mengenai rute baru tersebut, lengkap dengan peta dan pernyataan bersama yang menjelaskan pengaturannya.

Araghchi menegaskan kesepakatan dengan Oman “sama sekali tidak” berarti pembukaan kembali Selat Hormuz.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, yang kemudian mendorong Teheran membalas dengan menyerang Israel dan sasaran militer AS di berbagai wilayah kawasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Kerawangan Papua Tengah Cuk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.