Pertamina Trans Kontinental Perkuat Pengembangan Kapal Ramah Lingkungan
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 13:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) memperkuat pengembangan kapal ramah lingkungan melalui modernisasi, digitalisasi, dan inovasi teknologi guna meningkatkan daya saing sekaligus mendukung industri maritim nasional berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan perkuat modernisasi, digitalisasi serta green supporting vessel. Ini adalah masa depan PTK,” ujar Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala dalam keterangan tekonfirmasi di Jakarta, Minggu (13/9).
Dia menekankan hal itu dalam syukuran HUT ke-57 PTK di Kantor PTK Jakarta. Harris menyampaikan selama 57 tahun beroperasi, pihaknya telah berkembang menjadi penyedia layanan maritim terintegrasi.
"Semakin melangkah, kami akan perkuat operational excellence dengan modernisasi, digitalisasi dan kapal penunjang ramah lingkungan (green supporting vessel)," ujarnya.
Dijelaskan PTK didirikan pada tahun 1969 sebagai Anak Usaha PT Pertamina (Persero) dengan nama PT Pertamina Tongkang sebagai jasa kapal pandu tunda. Hingga tahun 1991, perusahaan mendirikan beberapa anak usaha untuk mendukung layanan maritim.
"Pada tahun 2011, nama PT Pertamina Tongkang berubah menjadi PT Pertamina Trans Kontinental," ujarnya.
Hingga kini, lanjut Harris, pengembangan bisnis telah terintegrasi pada layanan penunjang kemaritiman, mencakup penyediaan dan operasional armada kapal penunjang (support vessel), pelabuhan (port operation), layanan maritim (marine service) dan pangkalan logistik pesisir (shorebase) di sejumlah wilayah strategis Indonesia.
Ia menuturkan era kapal ramah lingkungan di PTK dimulai tahun 2019, melalui kapal Transko Rajawali yang merupakan kapal tunda (harbour tug) berbahan bakar ganda (dual-fuel) pertama di Indonesia.
"Berukuran panjang 34 meter, kapal ini menggunakan bahan bakar solar dan liquefaction natural gas (LNG), sehingga lebih ramah lingkungan dan rendah emisi," bebernya.
PTK juga memperluas penggunaan bahan bakar hijau pada kapal penunjang lainnya, utility boat dan crew boat. Salah satunya, pada 11 Juni 2026, PTK berhasil melakukan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Kapal Oil Barge (OB) Patra 2303.
Inovasi hijau itu diklaim mampu memangkas emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun, sekaligus menekan ketergantungan armada logistik laut terhadap konsumsi bahan bakar diesel (solar).
Selain memperluas penggunaan panel surya, PTK juga menyiapkan uji coba Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 sebagai bagian dari pengembangan teknologi pendukung green shipping.
Harris menambahkan, saat ini perusahaan itu memiliki 370 kapal milik dan menyewa sekitar 82 unit kapal lainnya. PTK berencana menambah kapal baru sebagai upaya peremajaan dan modernisasi, termasuk untuk kapal eksisting guna terus meningkatkan kemampuan operasional, sekaligus layanan excellence bagi pelanggan.
Ia menegaskan pula perusahaan itu terus menjaga kualitas layanan dengan peremajaan serta modernisasi aset-asetnya. Kemudian digitalisasi operasi, di mana saat ini PTK sudah memiliki 21 digitalisasi di seluruh fungsi kerja.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!