Laos Dijuluki Baterai Asia Tenggara, Tapi Warganya Sering Mati Listrik
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim PenulisThailand menjadi pasar ekspor listrik terbesar Laos, tetapi negara tersebut kini mulai melakukan diversifikasi pelanggan dan sumber energinya.
Vietnam belakangan meningkatkan impor listrik, termasuk melalui proyek Monsoon Wind di Laos, yang merupakan pembangkit listrik tenaga angin terbesar di kawasan dan mulai beroperasi tahun lalu.
Peneliti Le Hong Hiep dari ISEAS-Yusof Ishak Institute mencatat meningkatnya kebutuhan sektor manufaktur Vietnam serta persoalan produksi energi yang juga dihadapi negara tersebut. Namun, menurutnya, faktor politik turut berperan.
"Vietnam juga ingin mengimpor lebih banyak listrik dari Laos untuk meningkatkan pengaruhnya terhadap Laos," katanya, sebagai bagian dari persaingan yang lebih luas dengan Tiongkok untuk mendapatkan pengaruh di Vientiane.
Energi dari proyek Monsoon Wind tersebut seluruhnya ditujukan untuk Vietnam.
"Nol untuk lokal," kata mantan ahli EDL tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!