Laos Dijuluki Baterai Asia Tenggara, Tapi Warganya Sering Mati Listrik
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim PenulisVientiane – Laos yang terisolasi dan masih berkembang menjuluki dirinya sebagai "Battery of Southeast Asia" atau "Baterai Asia Tenggara" karena memasok listrik ke negara-negara tetangga melalui puluhan pembangkit listrik tenaga air. Namun, pemadaman listrik yang sering terjadi justru membuat masyarakatnya sendiri harus hidup dalam kegelapan.
Ekspor listrik ke negara-negara tetangga, termasuk Thailand dan Vietnam, menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi negara yang tidak memiliki garis pantai tersebut dan masih berstatus sebagai negara terbelakang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun, sebagian besar listrik yang dihasilkan Laos diekspor ke luar negeri. Ditambah kondisi jaringan listrik yang sudah tua, situasi tersebut menyebabkan pemadaman listrik kerap terjadi dan terkadang memaksa Laos mengimpor listrik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Ketika listrik padam setelah hari gelap di Vientiane, keluarga-keluarga memilih keluar rumah untuk menghindari panas yang menyengat di dalam ruangan. Mereka menggunakan telepon seluler sebagai penerangan untuk mencari jalan.
Di salah satu dari dua rumah sakit umum utama di Vientiane, seorang dokter di unit gawat darurat anak sudah terbiasa melihat peralatan medis tiba-tiba mati hingga generator rumah sakit menyala.
"Dalam tiga hingga enam bulan terakhir, kami sering menghadapi masalah listrik, terutama di pusat layanan anak," kata dokter tersebut yang berbicara dengan syarat anonim.
"Alat ventilator pernah berhenti, tetapi kami memiliki generator di rumah sakit."
Ia mengatakan kebakaran listrik yang disebabkan kabel tua di gang di luar rumah sakit baru-baru ini juga memicu pemadaman. Akibatnya, peralatan sinar-X, ultrasonografi, dan ventilator tidak dapat digunakan.
Di tempat lain di kota tersebut, seorang petugas meja depan di sebuah klinik kesehatan mengatakan pemadaman listrik terjadi dua hingga tiga kali dalam seminggu dan biasanya telah diumumkan sebelumnya.
Tanpa generator, "kami harus menyambungkan kembali listrik dari toko di sebelah kami," kata petugas tersebut yang juga meminta identitasnya dirahasiakan. Laos merupakan negara komunis dengan sistem satu partai yang tidak menoleransi perbedaan pendapat.
Ketika aliran listrik kembali menyala, teriakan terdengar di berbagai penjuru kota: "Listriknya menyala lagi!"
Jalur Listrik Langsung
Menurut Bank Dunia, Laos mengekspor sekitar dua pertiga dari total listrik yang dihasilkannya pada 2023. Namun, para pakar mengatakan porsinya kini bahkan lebih tinggi.
Seorang mantan tenaga ahli teknis di perusahaan listrik negara Electricite du Laos (EDL) memperkirakan sekitar 80 persen listrik Laos diekspor.
Dalam satu dekade hingga 2024, ekspor listrik tahunan Laos meningkat lebih dari tiga kali lipat, dari 12 terawatt-jam (TWh) menjadi 38 TWh, berdasarkan data resmi. Jumlah tersebut setara dengan kebutuhan listrik Paris selama sekitar satu setengah tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!