Laos Dijuluki Baterai Asia Tenggara, Tapi Warganya Sering Mati Listrik
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 12:35 WIB | Oleh: Tim PenulisPada 2023, ekspor listrik menghasilkan pendapatan 2,65 miliar dolar AS, menurut pemerintah Laos. Listrik tersebut sering dijual melalui kesepakatan yang dibuat negara dengan perusahaan yang berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur Laos.
"Jalur transmisi dari sebagian besar proyek 'didedikasikan' untuk pelanggan mereka," kata Grant Hauber, penasihat Asia di Institute for Energy Economics and Financial Analysis.
"Artinya, jalur tersebut tidak terhubung secara domestik dengan konsumen di Laos."
Sebagian besar jaringan distribusi listrik Laos dibangun sejak 1970-an dan kini kesulitan mengimbangi perkembangan ekonomi yang semakin modern, mulai dari sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur berskala besar, perkembangan perkotaan hingga penggunaan pendingin udara.
Di Vientiane, jaringan listrik yang sebelumnya digunakan untuk satu rumah kini harus memasok listrik ke seluruh kompleks apartemen dengan banyak unit, sehingga membebani transformator lama.
Di daerah pedesaan, pohon yang tumbang dan menimpa jaringan listrik dapat menyebabkan pemadaman di satu desa, bahkan beberapa desa sekaligus, karena tidak tersedia jaringan cadangan.
Bounchan Manochit, pemilik toko di Provinsi Luang Prabang, Laos bagian utara, mengatakan ketiadaan penerangan pada malam hari dapat membuat hewan liar masuk ke rumah warga.
"Kami tidak bisa melihat mereka," katanya. "Ini bisa berbahaya."
Investasi Asing
Hampir seluruh penduduk Laos yang berjumlah sekitar delapan juta jiwa kini memiliki akses terhadap listrik, meningkat dari hanya 15 persen pada 1995, menurut pemerintah.
Namun, EDL yang bertugas memelihara jaringan listrik harus menghadapi utang besar yang muncul akibat ekspansi jaringan dan pemberian subsidi kepada konsumen.
Dengan pembangkit listrik tenaga air menyumbang sekitar 80 persen produksi listrik pada 2024, pasokan energi Laos menurun selama musim kemarau yang berlangsung dari Maret hingga Agustus.
Dalam beberapa kesempatan, Laos kesulitan memenuhi pasokan listrik untuk negara-negara tetangganya dan bahkan harus mengimpor energi dengan biaya yang cukup besar, menurut laporan Bank Dunia terbaru.
"Produksi listrik telah beberapa kali berada di bawah kebutuhan domestik dan kewajiban kontrak ekspor," kata laporan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!